-->

Kisi kisi Shorof 3A PAS Ganjil 2025

Rizal Nanda Maghfiroh
0

 


Ilmu Shorof dan Nahwu merupakan fondasi penting dalam memahami bahasa Arab, baik dari segi struktur kata maupun tata kalimat. Ilmu Shorof mempelajari perubahan bentuk kata, terutama fi’il dan isim, agar sesuai dengan wazan dan makna yang diinginkan. Sementara ilmu Nahwu fokus pada posisi kata dalam kalimat dan i’rab yang menentukan hubungan antar kata, sehingga kalimat menjadi jelas dan bermakna. Pemahaman kedua ilmu ini saling melengkapi; Shorof membantu membentuk kata yang tepat, sedangkan Nahwu menempatkan kata tersebut dalam konteks kalimat yang benar. Melalui penguasaan kedua disiplin ilmu ini, seorang pembelajar bahasa Arab mampu membaca, menulis, dan memahami teks secara akurat serta menafsirkan makna dengan tepat. Berikut kisi kisi ujian semester Shorof kelas 3A:


Fi’il (Kata Kerja)


1. Fi’il Madzi (Lampau), Kata kerja yang menunjukkan perbuatan telah terjadi.

Contoh wazan: فَعَلَ

2. Fi’il Mudhori’ (Sekarang/Masa Depan),  Kata kerja yang menunjukkan perbuatan sedang atau akan terjadi.

Contoh wazan: يَفْعَلُ


3.Fi’il Amar (Perintah), Kata kerja yang menunjukkan perintah.

Contoh wazan: اِفْعَلْ


4. Fi’il Nahi (Larangan), Kata kerja yang menunjukkan larangan.

Contoh wazan: لا تَفْعَلْ


5.Fi’il Tsulasi Mujarad (3 Huruf Asli)

Contoh wazan: فَعَلَ

Jumlah wazan: 6


6. Fi’il Ruba’i Mujarad (4 Huruf Asli)

Contoh wazan: فَعْلَلَ


7. Fi’il Khumasi/Mudafa/Mazid

Bisa ditambah huruf untuk bentuk tambahan makna.


Bina (Jenis Fi’il Berdasarkan Huruf)

1. Bina Shahih (الصحيح)

Fi’il yang seluruh huruf asalnya selamat, tidak mengandung huruf illat (و، ي، ا).

Contoh: كَتَبَ ، ضَرَبَ ، فَتَحَ


2. Mudhoaf (مُضَعَّف): mengandung huruf yang sama dua kali

Contoh: مَدَّ ، رَدَّ


3.Bina Mitsal (المِثَال): Fi’il yang huruf pertama (fa’ fi’il) adalah huruf illat.

Contoh: وَعَدَ ، يَسَرَ ، وَقَعَ


4.Bina Ajwaf (الأَجْوَف): Fi’il yang huruf tengah (ain fi’il) adalah huruf illat.

Contoh: قَالَ ، بِيعَ ، نَامَ


5. Bina Naqis (النَّاقِص): Fi’il yang huruf terakhir (lam fi’il) adalah huruf illat.

Contoh: رَمَى ، دَعَا ، سَعَى


6. Bina Lafif (اللَّفِيف): Fi’il yang mengandung dua huruf illat sekaligus.

Terbagi menjadi: Lafif Maqrun: dua huruf illat berdekatan

Contoh: طَوَى ، نَوَى


Serta Lafif Mafruq: dua huruf illat terpisah

Contoh: وَقَى ، وَلِيَ



Isim (Kata Benda)


1.Isim Fa’il: Menunjukkan pelaku perbuatan.


2. Isim Maf’ul: Menunjukkan sasaran/objek perbuatan.


3. Isim Masdar: Betuk kata benda dari fi’il.


4. Isim Dhomir Muttashil: digabung dengan kata benda/kepunyaan (كِتَابِي)

 Isim Dhomir Munfashil: terpisah, berdiri sendiri (أَنَا, أَنْتَ)

Jumlah Dhomir Munfashil dan Muttashil: 14 macam




Tashrif Lughowi


1. . Tashrif Lughowi adalah Mengubah bentuk kata kerja sesuai wazan dan dhomir. selain tashrif istilakhi. 

Bentuk:

1. Fi’il Madzi → Fi’il Mudhori’ → Fi’il Amar/Nahi


2. Tashrif Lughowi harus hDisesuaikan dengan subjek (mutakalim, mukhotob, ghoib)

Contoh dhomir:mutakalim: saya / kami

Mukhotob: kamu (LK/PR)

Ghoib: dia / mereka (LK/PR)




Wazan Fi’il


Dasar untuk merubah bentuk kata kerja agar sesuai makna.


Contoh wazan fi’il tsulasi mujarad: فَعَلَ → يَفْعَلُ → اِفْعَلْ


Menentukan jenis fi’il (madzi/mudhori’/amar/nahi).


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Terima kasih atas masukan anda.

Posting Komentar (0)