About Me

header ads

Pendidikan Agama Islam Dalam Koridor Sistem Pendidikan Nasional

 


Merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional didapatlah sebuah pemahaman umum yang mendasar tentang peran dan fungsi kurikulum dalam sebuah sistem pendidikan. Disebutkan bahwa kurikulum beperan sebagai perencanaan terhadap dua hal, pertama adalah perencanaan terhadap konten isi dan bahan ajar yang akan menjadi sumber acuan kegiatan pembelajaran, lalu kedua kurikulum berperan sebagai perencanaan dalam segi pengaplikasian metode alias cara yang  sistematis dan prosedural terhadap sebuah stretegi dalam kegiatan pembelajaran.

Kemudian dikaitkan dengan rana Pendidikan agama Islam, maka secara otomatis kurikulum pendidikan agama islam juga harusnya membuat dua hal sebagaimana disinggung dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003, dalam hal ini adalah konten isi dan konten cara atau metode.  ini merupakan hal yang realistis, keduanya harus dilakukan bersama-sama dalam sebuah proses pendidikan yang integralistik. Mengingat sebuah konsep isi tanpa aplikatif yang dirancang prosedural maka sebuah perencanaan akan mengalami ketidak jelasan sebuah tujuan. Begitu juga sebaliknya sebuah proses aplikatif tanpa sentuan sebuah konsep isi dan bahan yang menyeluruh maka sebuah cara yang diambil akan kehilangan esensi yang menjadi ciri khas sebuah kurikulum tertetu.

Dengan demikikian dalam perencanaan kurikulum pendidikan agama islam pada sebuah konten isi dan bahan haruslah dirancang sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan yang menjadi ciri khas pendidikan agama islam. Yang mana agama Islam mengajarkan kita untuk bersikap damai bagi semesta alam, sebagaimana arti gramatikal dari islam yang berarti 'Keselamatan". melalui pendidikan agama diharapkan peserta didik akan menjadi insan kamil yang mampu untuk Hablum min Allah (berhubungan baik dengan Allah Swt), Hablum Min Nass (berhubungan baik dengan sesama manusia), dan Hablum bin 'Alam (berhubungan baik dengan Alam semeseta).

Prinsip nilai ketuhanan yang menjadi prinsip dasar pendidikan agama islam juga harus diaplikasikan pada perencanaan pada metode dan cara dalam usaha yang ditempuh untuk membentuk dan mengembangkan potensi anak didik sesuai dengan nilai luhur agama Islam yang bersifat universal, berlaku bagi seluruh ruang lingkup kehidipan. Artinya seluruh stakehodler lembaga pendidikan harus mampu menyisipkan nilai-nilai luhur Islam dalam setiap langkah kebijakan dengan aneka metode yang diambil.

Terkait seberapa penting posisi Pendidikan Agama Islam dalam sistem pendidikan nasional sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. karena memang konstitusi negara Indonesia membawa pesan ketuhanan dengan sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa", yang dimana seluruh nilai luhur ketuhanan pada akhirnya menjadi acuan utama empat sila setelahnya. Ini belum mengaitkannya dengan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 tentang tujuan pendidikan nasional. DIkatakan disana; Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kesimpulannya adalah Pendidikan agama Islam merupakan komponen yang sangat menetukan perjalanan sistem pendidikan nasional. Terlepas dari nilai-nilai agama yang menjadi dasar dari pendidikan nasional. Tanpa eksistensi pendidikan agama Islam niscaya tujuan pendidikan baik tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatas atau tujuan pendidikan skala regional akan terealisasi dengan baik.

 

Posting Komentar

0 Komentar