Pengarahan dan Komunikasi Dakwah

Salah satu kegiatan dakwah organisasi alumni pesantren



Pengarahan merupakan salah satudari unsur-unsur manajemen secara umum, hal inilah yang pada akhirnya membuat unsur ini dianggap sebagai salah satu unsur yang urgent dalam sebuah proses menajemen termasuk dalam manajemen dakwah sendiri. Oleh karena itullah perlu adanya sebuah pemahaman yang mendalam tentang bagaimana memberi suatu pengarahan secara baik dan tepat sasaran, sehingga tujuan dari suatu hal direncanakan dari awal dapat tercapai dan terealisasi.

George R Terry seorang tokoh manajemen menyebut pengarahan dengan istilah Actuating. Menurutnya Actuating sendiri merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi (kelompok) dan sasaran anggota-anggota organisasi (kelompok) tersebut. 

Menurut George R. Terry sebelum melewati tahapan Actuating seorang manajer perlu melakukan tahapan Plaining (Perencanaan), tahap ini seorang manajer dituntut harus mempunyai sebuah pemikiran kedepan tentang tujuan serta langkah-langkah dan prosedur-prosedur yang harus ditempuhm setelah melalui tahapan awal inilah seorang manajer memasuki tahapan baru yaitu tahapan Organizing (pengorganisasian), barulah setelah melewati  tahapan kedua ini seorang manajer akan memasuki tahapan yang utama dalam sebuah proses manajemen, dalam hal ini yaitu tahapan Actuating

Setelah tahapan ini terealisasi maka seorang manajer akan memasuki tahapan terakhir yaitu Controling atau dalam kata lain memberi penilaian / evaluasi. Tahapan Actuating merupakan hal yang vital bagi proses berjalannya suatu manajemen, hal ini dikarenakan sukses dan lancarnya suatu kegiatan yang telah direncannakan tergantung pada tahapan ini. Jika dalam penerapannya amburadul, kacau, dan tidak terstruktur dengan baik maka suatu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya tentu akan terancam tidak terealisasi atau terealisasi namun melenceng dari suatu target yang diinginkan.

Selain itu ke-vitalan unsur ini didasari oleh fitrah manusia bahwa manusia merupakan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial manusia tentu membutuhkan bantuan sesamanya dalam segala bentuk kehidupan termasuk dalam manajemen dakwah sendiri. Hampir  tak ada manusia yang dapat menjadikan dirinya tanpa bantuan orang lain. Demikian pula, tak ada bawahan (anggota) yang mampu bekerja tanpa bantuan dari orang lain (manajer / pemimpin). Hampir seluruh hidupnya, dalam suatu kelompok (organisasi), anggota selalu perlu sebuah petunjuk dan bimbingan dari pimpinan suatu sistem kelompok /organisasi, baik secara langsung, maupun secara norma yang tertulis. 

Sebenarnya selain mempunyai arti Pengarahan, dalam Actuating juga mempunyai arti penggerakan. Keduahal tersebut sebenarnya tidak bisa dipisahkan mengingat dalam suatu proses penggerakan juga memerlukan sebuah pengawasan. Kesinambungan kedua hal inilah yang membuat George R. Terry mengambil istilah Actuating dimana didalamnya terdapat unsur pengarahan dan penggerakan.

Dalam proses dakwah, penggerakan merupakan realisasi rill yang di wujudkan dalam kegiatan operasional. Penggerakan dakwah itu merupakan fungsi yang secara langsung meminta pengorbanan setiap dai untuk melaksanakan tugasnya sebagaimana ditentukan oleh leader dakwah itu. Penggerakan dakwah sebagai mekanisme prosesing merupakan kegiatan nyata dalam usaha mewujudkan tujuan dakwah yang telah dirumuskan sebelumnya. Oleh karena itulah dalam menerapkan proses penggerakan perlu adanya pengarahan dan motivasi serta komunikasi yang baik oleh leader  dakwah. 

Sama halnya dengan langkah setiap orang dalam kehidupannya, pengarahan pun dioperasikan memiliki tujuann tertentu. Secara umum tujuan suatu pengarahan yangingin dicapai pada setiap organisasi / kelompok adalah sebagai berikut:

  1. Menjamin Kontinuitas Perencanaan. Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normatif dalam pencapaian tujuan. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana dan tujuan yang ditentukan sebelumnya.Adanya suatu pengarahan dilakukan untuk menjamin kelangsungan perencanaan. Artinya, perencanaan yang yelah ditetapkan meskipun memiliki sifat fleksibel namun prinsip yang terkanung didalamnya harus tetap dijamin kontitunitasnya. 
  2. Membudayakan prosedur standar. Melalui pengarahandiharapkan bahwa prosedur kerja yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan. Apabila sudah menjadi kebiasaan diharapkan dapat mebudaya dilingkungan sistem itu sendiri.
  3. Membina disiplin kerja. Tujuan lain perlunya pengarahan adalah agar terbiasa disiplin kerja dilingkungan organisasi. Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma, nilai, dan peraturan alam dalam melakanakan hak dan kewajibanya.
  4. Membina motivasi yang terarah. Penerapan fungsi pngarahan juga memiliki tujuan untuk membina motivasi para anggota yang terarah. Maksudnya adalah agar para anggota dapat melakanakan pekarjaan sambil dibimbing dan diarahkan untuk menghindari kesalahan prosedur yang dikhawatirkan berdampak pada terealisasinya suatu program / kegiatan.

Proses pengarahan (Actuating) berkaitan erat dengan sebuah langkah yang harus ditempuh / diakukan secara  bersama. Oleh karena itu dalam mengarahkan sebuah langkah seorang manajer tentu harus mempertimbankan manalangkah yang baik dan mana langkahyang tidak baik, hal ini selain untuk pertimbangan tercapainya tujuan bersama secara efektif juga sebagai perwujudan taqwa kepada Allah SWT, sebagaimana Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 104 yang artinya:

dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”(QS Ali Imran: 104)

Kaitannya dengan actuating surat Ali Imron ayat 104 mengandung beberapa term yang termasuk dalam isu-isu manajemen dakwah. Pertama adalah kata ummatun, kata ummah merujuk pada teamwork atau kelompok yang terorganisir yang merupakan bagian tidak terpisahkandari manajemen.

Kedua adalah kata yad’uu yang berarti mengajak, dalam hal ini adalah mengajak pada sebuah tujuan yang akan dicapai bersama. Ketiga adalah kata ya’muruuna,memberikan dan menjelaskan perintah untuk melaksanakan tujuan-tujuan organisasi yang telah dituangkan dalam sebuah perencanaan.

Ketiga adalah kata yanhauna, selain memberikan perintah actuating juga mencakup pada koreksi atau memberikan rambu-rambu mengenaihal-hal yang harus dicegah sebagaimana dalam kata yanhauna.
Perlu ditekankan lagi bahwa permasalahan pengarahan (Actuating) berkaitan erat dengan sesama manusia, hal inilah yang membuat unsur ini menjadi unsur yang paling kompleks dan paling sulit diterapkan dalam sebuah proses manajemen. Penggerakan manusia merupakan hal yang sulit, mengingat setiap manusia tentu memiliki perasaan, fikiran, harga diri, serta tujuan hidup yang berbeda. Oleh karena itulah dalam sebuah proses pengarahan yang dilakukan oleh leader membutuhkan sebuah Komunikasi yang baik dan terarah.

Komunikasi merupakan sesuatu yang urgent dalam kehidupan umat manusia. Oleh karenanya, kedudukan komunikasi dalam islam menapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia sebagai anggota masyarakat dan sebagai mahluk tuhan. 

Dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang menggambarkan tentang proses komunikasi. Salah satu diantaranya adalah dialog yang terjadi pertama kali anatar Allah SWT, malaikat, dan manusia. Dijelaskan dalam surat Al Baqarah : 31-33 yang artinya:

31 .dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman:"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

32. mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahuiselain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana’

33. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka Nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka Nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS Al Baqarah: 31-33)

Komunikasi dalam bahasa Inggris Communication berawal dari bahasa latin Communicatio yang berarti “sama makna”. Secara sederhana Komunikasi dapat didefiniksikan sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan akhibat tertentu. Kegiatan komunkasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan secara sederhana.

Komunikasi merupakan hal yang urgen dalam sebuah pengarahan pada sebuah proses manajemen, kesalahan sedikit saja yang timbul dari kesalahan komunikasi atau karena komunikasi yang kurang sempurna tentu akan berdampak pada efektivitas program kerja yangah dirancang sebelumnya, mengingat dalam pengarahan berhadapan langsung dengan manusia dimana komunikasi yang baik dibutuhkan untuk menyambung sebuah pemahaman terhadap job deskripsi setiap indiviu.

Secara sederhana, dapat ditegaskan bahwa objek kajian komunikasi dakwah adalah peran danfungsi komunikasi yang terlibat dalam proses dakwah. Hal ini dapat dijelaskan berangkat dari objek material komunikasi dakwah adalah manusia sebagai sasaran dakwah. Sedangkan objek formalnya adalah segala proses komunikasi dapat berperan maksimal dalam pelaksanaan dakwah. Dengan memahami komunikasi dakwah, maka kita dapat menentukan langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap tantangan dalam proses berdakwah, mengetahui dampak negatif, dan menghindarinya.

Howarld D Lasswel mengemukakantiga alasan daar yang menjadi penyebab mengapa manusia berkomunikasi: Pertama, hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, Kedua komunikasi merupakan upaya manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya, dan Ketiga merupakan upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi.

(Tulisan juga pernah dimuat penulis di himmaba.com)

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.