SEKILAS: Mbah Yai Ma'sum Bin Ali dan Kitab Shorof Legendaris

Makam Tebu Ireng
Selama ini pesantren Tebuireng hanya dikenal khayalak umum sebagai makam Guru Besar Mbah Yai Hasyim Asyari, Yai Wahid Hasyim, dan Gusdur. Ternyata selain makam para legend tersebut ada sebuah makam yang tak kalah legend, ialah makam Mbah Yai Ma'sum bin Ali, sang ahli ilmu falak pondok seblak, sang mushanif kitab sampul kuning shorof legendaris Amtsilah Tashrifiyyah yang berisi dua rumus tashrif (istilakhi, lughowi). Beliau satu angkatan dibawah dengan Hadratus syaikh Hasyim Asyari. Konon beliau kerap berbeda pemahaman dgn hadratus syaikh dalam penentuan ramadhan, mengingat seblak full menggunakan hisab sedang tebuireng juga menggunakan rukyat dalam pencarian hilal. Namun perbedaan tsb bukan menjadi penghalang ketawadhu'an beliau pada sang guru besar.
 
Menurut berbagai literatur online yang juga sangat minim dan terbatas, memang Kyai Ma'sum Ali terkenal akan sufismenya. bahkan ketika hendak wafat, beliau meminta pada keluarganya untuk membakar semua dokumentasi terkait praupan beliau baik foto atau lukisan. wasiat lainnya yaitu agar dimakamkan secara sederhana seperti makam pada umumnya, tanpa asesoris sakral makam seorang ulama. wajar kalau memang tak banyak khalayak yang mengetahui napak tilas beliau. Subhanallah betapa besar tingkatan sufinya.
------
Lahu Fatihah, lahum Fatihah, lana Fatihah..

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.