Kata Lepas: Propaganda Dogma Agama ?

Propaganda
Mencoba berfikir liar, nakal, liberal bercampur radikal. Banyak kalangan muslim yang menyuarakan gagasan khilafah dengan dasar dalih menisbatkan dengan Firman Allah (QS. 25 :55) yg mereka tafsiri (tekstual) tentang janji Allah pada umat muslim shalih untuk berkuasa dibumi, mereka sebut dengan khilafah fil Ardh.

Terus apa bedanya pula dengan kaum Yahudi kala yang juga bertindak serupa alias mengunggulkan diri dgn menisbatkan (tersurat) pada sabda Nabi Musa As bahwa kaum Yahudi bangsa pilihan tuhan (yang senantiasa mendapat perlindungan dari radikalnya fir'aun). hingga berujung pada gerakan politik penguasaan Fremason sebagai implementasi tafsiran (dangkal) Sabda Nabi Musa As sebagai Rasulullah.

Apa bedanya pula dengan Komunisme cina, rusia, atau korea utara yang awalnya juga seperti gerakan khilafah yang berkampanye tentang hak-hak rakyat yang tertindas efek liberalisme dan kapitalisme barat hingga pada fase selanjutnya bermetamorfosis menjadi rezim yang mengikat semua pihak dengan satu komando mutlak.

Atau, Apa bedanya pula dengan shinto jepang yang menganggap kaisar shogun sebagai titisan dewa yang seakan memunculkan dogma menentang shogun juga menentang dewa amaterasu omikami.

Apa bedanya pula dengan siasat Bani Abbas untuk merebut kekuasaan Daulah Umaiyyah dengan propaganda dogma bahwa mereka lebih unggul pilih karena lebih dekat dengan Nasab Bani Hasyim Rasulullah.

Apa bedanya pula dengan kaum khawarij kala yang gemar mengucap paradigma kafir-muslim, musyrik-mukmin, munafik-muttaqin.

Tiada lain kesemuanya adalah sebuah gerakan propaganda dan dogma untuk berkuasa, mengunggulkan diri diatas golongan lain dengan mencomot kesakralan sebuah agama. Hingga korbannya adalah para awam-awam bawah yang tak tahu kronologis munculnya dogma dan propaganda diawal cerita. Wallahu A'lam Bi Showab.

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.