Empat Tips Bangun Pagi

  1. Foto: Google

Berkenaan dengan fenomena tidur berbagai ahli “unjuk gigi” dalam menyatakan argumennya seputar fenomena tidur. (Guyton & Hall, 1997). Mendefenisikan tidur sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya.

Adapun  Potter & Perry (2005) beropini bahwa tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Sementara (Guyton dalam Aziz Alimul H) melengkapi pendapat tokoh lain diatas dengan pendapatnya bahwa tidur merupakan kondisi tiak sadar dimana induvidu dapat dibangunkan oleh stimulasi atau sensori yang sesuai. Atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif.

Melalui pendapat beberapa pakar diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidur merupakan sebuah fenomena alamiah yang dialami oleh setiap mahluk hidup sebagai menuju alam bawah sadar yang mana dapat dibangunkan kembali melalui rangsangan stimulus baik itu datang dari dalam (internal) atau pun dari luar (eksternal). 

Kebutuhan tidur dan istirahat yang sesuai sama pentingnya dengan kebutuhan nutrisi dan olahraga yang cukup bagi kesehatan, selain untuk menjaga kesehatan organ tubuh tidur diyakini juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional.

Seseorang yang kurang tidur tentu mempunyai kecenderungan mental yang buruk dan pada akhirnya berdampak pada perilaku seseorang tersebut yang cenderung “gagal fokus" terhadap segala sesuatu yang dihadapinya, termasuk dalam menerima rangsangan dari luar.

Mengingat ketika tidur organ tubuh akan bekerja lebih cepat untuk memperbaiki dan me-refresh kembali sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itulah urgensitas tidur harus selaku diperhatikan betul secara seimbang dengan aktifitas yang dilakukan seseorang. Adapun lazimnya seseorang membutuhkan waktu + 8 jam dalam sehari semalam untuk beristirahat tidur.

Kemudian perlu juga harus kita ketahui bahwa tidur malam hari itu lebih baik daripada pagi atau siang hari dikarenakan pagi hari merupakan waktu yang dibutuhkan oleh organ tubuh untuk menerima vitamin D yang terpancar dari sinar matahari. Meskipun tak dipungkiri juga bahwa tidur sejenak di siang hari (Qoilulah: Islam) juga terkadang perlu untuk refresh sejenak organ tubuh pasca aktifitas di pagi hari.

Dengan demikian sangat disayangkan bagi seseorang yang memiliki pola hidup buruk dalam hal ketidak teraturan tidur sepertihalnya telat bangun pagi hari dan melewatkan udara sejuk dipagi hari yang ”bermandikan” cahaya mentari pagi penuh dengan vitamin D.

Sehingga bagi kalangan yang sering kali melewatkan bangun pagi perlulah sedikit berbenah diri seraya mengintopeksi diri terkait faktor penyebab yang menyebabkan bangun kesiangan. Apakah itu karena faktor internal seperti aktifitas begadang hingga larut malam yang akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Atau justru karena faktor eksternal seperti tidak adanya media yang berfungsi untuk membangunkan ketika pagi hari.

Mungkin bagi beberapa kalangan sebagaimana diatas perlu mengetahui beberapa tips-tips berikut yang dapat membantu untuk bangun pagi anda, simak;

1.    Mempunyai Niat Yang Kuat untuk bangun pagi

Tips pertama ini mungkin tidak asing lagi ditelinga kita semua, dikarenakan untuk melakukan sesuatu tentulah harus dilandasi dengan sebuah niat. Akan tetapi niat disini bukan sekedar angan-angan saja melainkan juga dibuktikan melalui  tindakan yang nyata.

Tindakan orang yang mempunyai niatan sungguh-sungguh ingin bangun pagi tentulah berbeda dengan tindakan orang yang hanya mempunyai ekspektasi untuk bangun pagi. Orang yang benar-benar ingin niat bangun pagi tentu akan mengusahakan berbagai cara agar dirinya mampu untuk bangun pagi di hari.

Islam memandang niat sebagai rukun dalam melaksanakan suatu ibadah, tanpa sebuah niat tentulah sebuah ibadah tidaklah sah. Urgensi niat inilah yang membuat niat diposisikan sebagai pondasi awal sebuah ibadah baik itu ibadah secara vertikal seperti sholat, puasa, haji, dan lain sebagainya, ataupun ibadah secara horizontal seperti cara berhubungan dan bersosialisasi dengan sesama mahluk.

Posisi penting inilah yang menjadikan niat berperan besar dalam terwujudnya beberapa amaliyah dalam kehidupan manusia, termasuk dalam hal ini cara bagaimana bangun tidur agar pagi. 

Dalam Islam dikenal dikenal pula istilah “Azm” yakni kemauan keras untuk mewujudkan segala sesuatu disertai sebuah tanggung jawab untuk melaksanakan hal tersebut secara nyata. Dengan kata lain seseorang yang niat untuk melaksanakan suatu hal tentu harus secara sungguh-sungguh. Serta berusaha untuk mencapai hal yang diinginkan tersebut, dengan catatan tidak melenceng dalam koridor nilai-nilai agama Islam.

Kemudian Islam menganjurkan sebuah niat harus sesuai dengan kaidah “Ikhlas” dalam hal ini tentang bagaimana hal yang dilakukan adalah semata-mata karena Allah SWT, sebagaimana perkataan Ibnu Attoillah dalam kitab Al Hikam bahasahnya segala sesuatu terjadi itu karena atas fadholnya Allah SWT dan keridhoan Allah SWT.

Menurut Ibnu Attoillah dalam Fashl lain bahwasahnya niat  yang sempurna adalah dilandasi oleh dua hal Pertama  bahwa semua amal yang dilakukan semata-mata karena usaha Taqorrub (Pendekatan Diri)  kepada Allah SWT , tanpa ada pengaruh lain atas kehendak hawa nafsu.

Kedua semua amal ibadahnya tidak bercampur dengan tujuan kepentingan duniawi dan pengaruh pujian masyarakat. Qoul Ibnu Attoillah tersebut jika dihubungkan dengan Tips niat agar bangun pagi adalah agar niat yang ditanamkan dalam hati untuk bangun pagi  semata-mata ditujukan untuk mencari keridhoan Allah SWT, sebagai wujud pengabdian seorang hamba kepada Sang Khaliq.

Agar dapat mempunyai niat yang kuat untuk bangun pagi bagi seseorang trerkadang membutuhkan sebuah motivasi untuk merealisasikan niatnya secara istiqomah. Motivasi ini bisa muncul karena sebuah rangsangan yang kuat dan mampu membuat alam bawah sadar seseorang terdorong untuk bangun pagi.

Pada zaman dulu mayoritas orang termotivasi untuk bangun pagi karena stimulus tentang waktu berkah di pagi hari telah  meresap ke dalam alam bawah sadar mereka.  Mungkin alasan inilah yang mendorong pendahulu kita untuk membuka pintu dan jendela selebar-lebarnya takala pagi mulai menyongsong. Serta memunculkan ungkapan untuk menyegerakan bangun pagi dengan beralasan bahwa kalau tidak bangun nanti rizkinya dipatok oleh ayam.

Toh tindakan tersebut jika dipikir ternyata ada nilai positifnya mengingat pagi hari merupakan waktu yang sehat untuk menyegarkan tubuh kita melalui udara dan sinar vitamin D dari matahari.

Penelitian Dr. Alexander Bruce dari Jerman yang dimuat di majalah Al-Muslimun, menghasilkan sebuah temuan bahwa di waktu Shubuh, kadar gas ozon yang mengandung oksigen mencapai puncaknya dan akan menipis perlahan-lahan hingga matahari terbit.

Sementara, gas ozon ini sangat ampuh untuk mencegah kerusakan paru-paru, tersumbatnya urat nadi, memperlancar peredaran darah, penyakit gula, asma, penuaan, alergi, penyakit jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, serta merangsang urat syaraf bekerja dengan baik.

Lalu selain pentingnya sebuah motivasi dalam membangkitkan kesungguhan sebuah niat, hal lain yang tak boleh terlupakan adalah terkait “kepercayaan” dan “Keyakinan pada diri sendiri  terkait kesanggupan   untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.

Jika seseorang yakin dan percaya terhadap dirinya sendiri tentulah secara tidak langsung alam bawah sadar seseorang tersebut merespon postif stimulus yang diberikan. Inilah yang pada akhirnya memunculkan istilah “The Power Of Beliefe” (Kekuatan Kepercayaan).


2.    Tidur Lebih Awal

Sebagaimana tips pertama bahwa sebuah niat harus dibuktikan dengan sebuah tindakan nyata untuk mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai. Adapun salah satu wujud tindakan yang dapat dilakukan agar bangun pagi adalah mencoba untuk tidur lebih awal daripada kebiasaan waktu tidur yang telah dilakukan. Jika seseorang telat bangun pagi karena ia merasa tidurnya terlalu malam mungkin solusi ini dapat dicoba.

Menurut RSUD Kabupaten Lebak dengan membiasakan aktifitas bangun pagi, secara otomatis tubuh akan menyesuaikan jam tidur lebih ideal. Dimana jam tidur akan menjadi lebih awal. Jika tubuh telah terbiasa bangun pagi dan tidur lebih awal, maka pada saat usia 40 tahun keatas nanti potensi untuk terhindar dari paru-paru basah dan permasalahan organ hati akibat aktifitas keluar malam di luar rumah lebih besar terhindar terjadi.

Namun tidak sedikit juga orang yang mengalami kesulitan dalam mengatasi jam tidur. Diantaranya para pengidap insomnia

Agar tidur lebih awal dengan lelap hal yang harus diperhatikan adalah menghindari makanan yang berkafein seperti; kopi, soda, teh, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan minuman yang mengandung kafein mampu menyebabkan organ tubuh senantiasa terjaga sehingga memaksa untuk tetap aktif yang pada akhirnya membuat seseorang sulit untuk tidur.

Selain kafein kandungan nikotin yang terdapat pada rokok juga dapat memaksa organ tubuh untuk terjaga. Terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur justru mampu menyebabkan kecanduan yang pada akhirnya bukan menjadi sebuah penenang melainkan menjadi sebuah gangguan aktifitas tidur.

Kemudian faktor keadaan lingkungan juga merupakan hal yang patut diperhatikan oleh seseorang yang sulit untuk tidur. Pastikan semua keadaan kondusif menjelang anda tidur, baik kebersihan tempat tidur, keadaan bantal dan ranjang, hingga alat penerangan.

Selain itu perlu juga memperhatikan kenyamanan tubuh sebelum tidur seperti apabila perut kita keroncongan maka hendaknya terlebih dahulu memenuhi kebutuhan tersebut dahulu agar tubuh merasa cukup santai menjelang tidur.

Kemudian melepaskan beban dan fikiran serta emosi juga merupakan hal yang harus diperhatikan agar tubuh  merasa rilek menjelang tidur. Terlebih dahulu pastikan keamanan tempat tinggal agar rasa kekhawatiran dan ketakutan dapat terlepas dari otak kita. 

Selain itu agar seseorang dapat tidur secara lelap pada malam hari hendaknya seseorang tersebut menghindari tidur siang yang berlarut-larut. Dikarenakan kuota organ tubuh untuk beristirahat dihabiskan pada siang hari sehingga berdampak pada terjaganya organ tubuh pada malam hari.

Hingga pada akhirnya jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut  tentu akan menjadi kebiasaan buruk yang menyebabkan pola tidur tak teratur, endinhend mengarah kepada fenomena sulitnya bangun pagi hari.

Apalagi bagi penderita gangguan Insomnia perilaku tidur siang yang tak beraturan laksana “Lingkaran setan” yang justru menjadi boomerang bagi seseorang tersebut sehingga hal itu semakin memperburuk keadaan orang tersebut.

Adapun Insomnia sendiri dapat disebabkan oleh stress dapat disebabkan oleh stres, obat-obatan, rasa sakit, penyakit, lingkungan yang berisik, bahkan obat tidur.

Insomnia jangka pendek yang berlangsung sampai tiga minggu dapat disebabkan oleh kegelisahan, seperti depresi. Selain juga dapat disebabkan oleh pemakaian narkoba atau alkohol secara kronis, pemakaian secara berlebihan minuman yang mengandung kafein, dan penyalahgunaan obat tidur.

Kemudian yang juga tak kalah penting lagi dalam rangka membiasakan tidur secara baik adalah memahami kebutuhan tubuh itu sendiri. Hal ini karena setiap orang mempunyai daya tahan tubuh dan kapasistas yang berbeda antar satu dengan yang lain.

Dengan kata lain batas waktu seseorang untuk kembali fit tentu berbeda dengan orang lain, dalam hal ini termasuk waktu minimal dan maksimal seseorang untuk relaksasi tidur, meskipun nyatanya rata-rata seseorang tidur sehari-semalam adalah 8-9 jam. 

GR Terry salah satu pakar ilmu manajemen mengatakan bahwa segala akifitas kehidupan membutuhkan sebuah proses manajemen  untuk dapat mencapai sebuah tujuan yang dikehendaki. GR Terry sendiri membagi unsur manajemen secara umum terdiri atas empat hal sebagaimana disingkat POAC (Plaining, Organizing, Actualing, Controling).

Empat hal tersebut bukan hanya berlaku dalam bidang manajerial atau ekonomi saja, melainkan harus dilebur dan diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan manusia agar tercipta kehidupan yang teratur guna mencapai sebuah target yang ingin dicapai.

Urgensitas proses manajemen inilah yang pada akhirnya menuntut terjadinya integrasi keilmuan diberbagai bidang-bidang lain non ekonomi, termasuk manajemen dakwah, manajemen organisasi, manajemen pertanian, dan lain sebagainya. Bahkan sebuah aktifitas tidur sendiri juga memerlukan implementasi nilai-nilai urgensitas sebuah manajemen. Yang mana melalui manajemen inilah diharapkan aktifitas tidur akan lebih bermakna.

Disinilah pentingnya menerapkan dinamika manajemen dalam sebuah aktifitas tidur. Bahwasahya tidur bukan sekedar hukum alamiyah yang jalani oleh setiap mahluk hidup.

Akan tetapi lebih dari itu, bahwa tidur merupakan sebuah seni kehidupan yang membutuhkan polesan kreatifitas agar bagaimana aktifitas tidur tersebut berkualitas dan mengandung nilai tambah bagi perkembangan kehidupan ke arah yang dinamis.

Hal ini dikarenakan sebab kualitas tidur seseorang akan berdampak pula bagi pola hidup seseorang yang pada akhirnya mampu menjadi tolak ukur tercipanya kehidupan yang sejahtera.

Plaining (Perencanaan) dalam sebuah aktifitas tidur perlu diperhatikan, disini meliputi analisis kebutuhan waktu tidur sesuai porsi organ tubuh; menyiapkan jadwal kegiatan sehari-hari seperti kapan harus tidur, kapan harus olahraga, kapan harus makan, dan lain sebagainya; hingga merencanakan kebutuhan yang diperlukan agar sebuah tidur berkualias.

Kemudian Organizing (Pengorganisasi) akivitas  tidur yang meliputi bagaimana menggabungkan beberapa hal yang direncanakan  tadi dalam satu visi yang mempunyai tujuan yang sama. Dalam hal ini mencoba merealisasikan hal-hal yang telah direncananakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang nyata demi tercapainya tujuan yang sama, yang tidak lain adalah menciptakan sebuah tidur yang berkualitas.

Lalu ada Actualing (mengaktualisasi) aktifitas tidur, dimana dalam proses kali ini terdapat sebuah proses Motivation (Memotivasi) didalamnya.

Dengan demikian seseorang yang telah mencoba merealisasikan rencana yang dibuat berdasarkan kebutuhannya juga memerlukan proses ini. Hal ini difungsikan bagi seseorang untuk memotivasi terhadap dirinya sendiri gua melaksanakan aktifitas tidur secara baik hingga mampu bangun di pagi hari.

Agar sebuah proses motivasi dapat berjalan dengan baik tentu membutuhkan sebuah stimulus ntah itu datang dari internal dirinya sendiri melalui keinginan yang kuat (Azm) atau justru datang dari luar.

Kemudian yang terakhir yaitu bahwa sebuah aktivitas tidur agar bernilai membutuhkan sebuah proses Controling (Pengontrolan atau Evaluasi) terhadap tidur yang telah dilakukan seseorang. Dengan membandingkan antara usaha yang telah dilakukan untuk mencapai target tidur yang baik dari hasil rill dari tindakan-tindakan tersebut.

Antara memuaskan atau tidak memuaskan. Apa saja yang perlu dipertahankan dan apa yang perlu dinafikan dalam mencapai tujuan terciptanya tidur yang berkualitas. Dimana salah satu indikatornya adalah mampu untuk bangun di pagi hari secara istiqomah.

Bagi seseorang tentu dituntut untuk mampu mengevaluasi diri dalam segala aktifitas jasmaninya termasuk dalam hal evaluasi kualitas tidur seseorang tersebut.

3.    Simpan Alat Elektronik atau Sejenisnya Sebelum Tidur

Sebagaimana dikutip oleh Kementerian Informasi (KOMINFO) melalui websitenya bahwa pengguna smartphone Indonesia bertumbuh sangat pesat. Melalui Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang.

Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. 

Sedangkan berdasarkan pemberitaan media Okezone.com bahwa penggunaan smartphone di Indonesia pada tahun 2016 sekitar 65,2 juta jiwa dan diperkirakan akan manjadi 74,9 juta pengguna pada tahun 2017 sekarang.

Informasi diatas memberi pesan bahwa masyarakat Indonesia sekarang mempunyai minat yang tinggi dalam hal bermain alat elektronik smart phone, dari para pedagang asongan, para guru, pelajar, mahasiswa, dosen, hingga pejabat birokrat tak luput menimkati alat elektronik smart phone yang menyajikan berbagai macam hiburan dan media sosial online.

Telat bangun pagi adakalanya disebabkan karena terlalu sibuk bergeliat bermain alat elektronik hingga larut malam. ntah sibuk bermain game hingga larut malam, sibuk mengkhatamkan film favorit, mendengarkan musik, hingga sibuk berinteraksi melalui media sosial yang telah booming di Indonesia sebagaimana dipaparkan diatas.

Bagi kalangan yang merasa telat bangun pagi karena terbiasa menikmati alat elektonik hingga larut malam dapat mencoba menyisihkan alat elektroniknya sebelum tidur, kalau perlu meletakkan jauh dari tempat ia tidur agar keinginan untuk bermain alat elektronik berkurang. 

Selain itu meletakkan barang elektronik jauh dari tempat tidur juga berdampak pada keamanan si pengguna, mengingat bahaya listrik yang tak terkontrol dan radiasi yang ditimbulkan oleh beberapa alat elektronik merupakan sebuah ancaman bagi seseorang yang terlelap dalam aktifitas tidur.

Oleh karena itulah bagi seseorang yang sudah mencandu alat elektronik termasuk smart phone salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara “rehabilitasi” pencandu smart phone dengan cara meninggalkan alat ini kecuali ada kebutuhan mendesak.

Selain itu meng-uninstall beberapa aplikasi permainan yang menjadi pemicu gemar bermain smart phone mmerupakan solusi lain mengatasi kecanduan alat elektronik smart phone.

Umumnya seseorang yang kecanduan alat elektronik (Smart phone) adalah karena kebiasaan mengecek aktifitas yang ada di dalam smart phone. Perilaku ini jika dibiarkan berlanjut-lanjut tentu akan meyebabkan fenomena ketergantungan pada smart phone di segala ruang dan waktu.

Bahkan tak jarang orang demikian yang rela menghabiskan jam istirahat di malam hari untuk sekedar bermain-main smart phone, dan mengecek chat di media sosial seperti Blackbery Messenger, Whats Up, Facebook, Twitter, Line, Instagram, dan media sosial lainnya.

4.    Menyiapkan Alat Pembantu Bangun Pagi.

Media merupakan salah satu sarana untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan oleh seseorang. Dengan kata lain untuk memudahkan pencapaian sesuatu tentu seseorang membutuhkan pihak ketiga yang berfungsi sebagai penjembatan dan mediasi terhadap segala sesuatu.

Bagi orang yang ingin bangun pagi tentu membutuhkan sebuah media yang dapat digunakan untuk membangunkan seseorang tatkala masuh terjaga dalam tidur.

Tinggal sendirian terkadang menyebabkan telat bangun pagi dikarenakan  tak ada orang lain yang mungin dapat membangunkan kita untuk bangun pagi. Oleh karenanya bagi orang yang demikian perlu menyiapkan alat pembantu bangun pagi. Mungkin bisa berupa jam alarm atau bisa menernak ayam jago di samping rumah sebagai penanda  waktu pagi tiba.

Akan tetapi yang terpenting dalam solusi kali ini adalah keseriusan untuk bangun pagi, jangan sampai usai alarm berbunyi anda justru mematikan alarm, atau memencet tombol tunda alarm.



(Tamat).

Disadur dari berbagai sumber dengan racikan kata kata ala slownanda

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.