Nostalgia: HUT RI Jatipandak 2016

Peringatan HUT RI Jatipandak 2016 lalu

Tak dipungkiri bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia 71 tahun silam didapatkan melalui perjuangan yang berat. Ribuan hingga jutaan masyarakat Indonesia gugur menjadi saksi bisu perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, bahkan semangat ‘Hubbul Wathon” dari rakyat Indonesia masih tetap menggelora pasca proklamasi dikumandangkan oleh Bung Karno pada 17 Agustus 1945, buktinya saja tampak pada besarnya antusias elemen rakyat Indonesia yang berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan dari pasukan sekutu. Berbagai tragedi muncul dalam upaya mempertahankan NKRI mulai dari tragedi 10 November (Surabaya), Medan Area (Medan), pertempuran 5 hari (Semarang), peristiwa Bandung Lautan Api (Bandung), hingga pertempuran Ambarawa (Semarang).

Latar belakang itulah yang mendorong Ranting NU Jatipandak untuk menggelar agenda doa bersama dalam rangka menyambut HUT RI ke 71 yang dilaksanakan pada hari rabu (16/8/16) ba’da shalat Isya’. Bertempat di Balai Desa Jatipandak, penyambutan HUT RI 71 tersebut diikuti hampir seluruh warga Nahdhliyyin di Dusun Jatipandak dari berbagai Badan Otonom yang ada di Ranting NU Jatipandak meliputi; MUSLIMAT, ANSOR, FATAYAT, IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama), serta IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘Ulama). 

Melalui sambutan di awal acara, Fatman mengungkapkan bahwa agenda yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut terbilang spesial dikarenakan pada beberapa tahun terakhir peringatan HUT RI di Jatipandak hanya diisi dengan tumpengan dan doa bersama dari beberapa kalangan saja yang biasanya diwakili oleh para kepala keluarga. Usai sambutan pembuka barulah acara dilanjutkan dengan pembacaan bersama runtutan amaliyah Nahdliyyin yang meliputi; bacaan Istighosah singkat, Surah Yassin, bacaan tahlil, serta Mahalul Qiyyam (Shalawat Nabi SAW). Agenda ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan makan malam bersama dari tumpeng yang telah disiapkan.

Berkaitan dengan doa bersama, Fatman selaku ketua Ranting NU Jatipandak menuturkan bahwa agenda tersebut selain bertujuan untuk mendoakan para pejuang dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga sebagai hajatan masyarakat Jatipandak agar terwujud masyarakat yang sehat, sejahtera, aman, serta senantiasa mendapatkan barokah. Mengingat sebelumnya Desa Jatipandak terserang wabah penyakit demam berdarah.


Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.