Jejak Airlangga di Lamongan Selatan (Bagian 1)

Jejak Airlangga Di Lamongan Selatan (Bagian 2)


Keterkaitan Dengan Kerajaan Kahuripan Airlangga  *)

Jika ditarik kebelakang berdasarkan historitas kronologis sejarah yang telah diakui oleh para sejarawan dan telah di bingkai resmi menjadi sejarah ke-Indonesiaan, dikatakan bahwa daerah Lamongan bagian selatan (tentu termasuk Jatipandak) berkaitan erat dengan historis napak tilas Prabu Airlangga, meskipun sebenarnya kerajaan besar jawa timur lain seperti Majapahit dan Singosari juga wilayah kekuasaannya meliputi daerah-daerah pesisir Jawa Timur tak terkecuali Lamongan Selatan (Jatipandak).

Akan tetapi Jika dilihat dari warisan berbagai kerajaan tersebut, Napak Tilas Prabu Airlangga mempunyai urgensi historitas tersendiri terhadap berbagai daerah di Lamongan Selatan (Termasuk Jatipadak), hal ini dikarenakan banyaknya napak tilas yang tersebar di Lamongan selatan berkenaan dengan perjuangan Prabu Airlangga mendirikan dan memperjuangkan estafet mandataris Kerajaan Medang (mataram lama) dirian Prabu Sanjaya (752 M), yang hancur lebur pada masa Dharmawangsa Teguh (1006 M) efek serangan Raja Wurawari dari Pasukan Lwaram (cepu: sekarang) dengan aliansi Kerajaan Budha Sriwijaya. 

Dalam catatan yang terangkum pada sejarah Ke-Indonesiaan dikatakan bahwa peristiwa hancur luluhnya Kerajaan Medang tersebut dikenal dengan nama “Mahapralaya” yang menewaskan hampir tokoh-tokoh ternama Kerajaan Medang termasuk Raja Dharmawangsa Teguh dan istri Airlangga muda sendiri. Sedangkan Airlangga muda berhasil lolos dari tragedi maut atas bantuan dari pengasuhnya Mpu Narotama. Bersama sedikit pengikutnya yang berhasil lolos dari tragedy pralaya, Prabu Airlangga menjelajah daerah Jawa Timur bagian utara (+ Jombang, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, dan sekitarnya), konon Sendang Made di Kudu Jombang merupakan salah satu tempat pertapaan dalam proses pelarian Prabu Airlangga. Melalui pertapaan disitulah konon Prabu Airlangga mendapat  wangsit untuk meneruskan perjuangan keraajaan Medang (Mataram lama) hingga berhasilnya mendirikan kerajaan Kahuripan dengan Prabu Airlangga sendiri sebagai raja pertamanya.

Pada masa-masa awal pemerintahannya, kerajaan Kahuripan kerap berpindah pusat pemerintahannya guna melindungi diri dari serangan musuh yang terbilang kuat apalagi  Kerajaan Sriwijaya meruapakan ancaman nyata, karena saat itu posisi Kerajaan Kahuripan masih terbilang lemah dukungan. Alasan ini pula yang juga menyebabkan Raja Airlangga memutuskan untuk berpindah-pindah ibukota guna sekaligus berusaha mengambil hati dan dukungan daerah baru yang ditempati.

Banyak versi sejarah tentang daerah mana saja yang pernah dijadikan Ibukota pemerintahan Kahuripan, beberapa pengamat sejarah menyebut daerah sekitar lereng gunung penanggungan bagian utara (Ngoro, Mojokerto) merupakan ibukota keraton awal (Wwtan Mas) dalam awal tonggak perjuangan Kerajaan Kahuripan Airlangga, anggapan ini merujuk pada fakta peninggalan deretan candi di kaki gunung penanggungan beserta kolam pemandian Jalatunda yang disebut sebagai warisan Kerajaan Kahuripan Airlangga. 

Namun dalam versi anggapan sejarah lain justru dikatakan bahwa Raja Airlangga justru memulai berpindah-pindah Ibu kota pemerintahan Kahuripan ke daerah utara (Lamongan), hal ini dikuatkan dengan ditemukannya berbagai peninggalan kuno kerajaan kahuripan di daerah Lamongan bagian selatan seperti berbagai prasasti (Pamwatan, Cani, Pataan, Pucangan, dan lain sebagainya) hingga terakhir ditemukannya bangunan candi besar yang tertimbun tanah di persawahan Dusun Montor Desa Pataan Kecamatan Sambeng.

Dugaan ini dikuatkan pula dengan adanya sebuah daerah di Lamongan Selatan bernama Dusun Wotan (Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang) yang digadang-gadang sebagai Wwtan mas yang merupakan pusat ibukota keraton pertama Kerajaan Kahuripan Airlangga, apalagi disekitar daerah tersebut terdapat sebuah prasasti bercorak  hindu yang diindikasi ada kaitannya dengan Wwtan Mas  Kahuripan, meski sebenarnya anggapan tersebut belum teruji jelas kebenarannya karena tak ada tindak lanjut penelitian berbasis sejarah dan arkeolog seputar sepak terjang Pemerintahan  Raja Airlangga di Lamongan bagian selatan. (Bersambung)


*) Tulisan Diatas Merupakan Potongan Sub Artikel Penulis Tentang Napak Tilas Jatipandak

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.