Di Balik Gubuk Hijau Tua

Di Balik Gubuk Hijau Tua
Rumah Hijau - Jl. Sumbersari Gg II No 139 Lowokwaru

Masih ingatkah dengan alamat “ Jalan Sumbersari Gg II No 139 Kec. Lowokwaru Kota Malang” ?. Bagi anggota aktif atau semi aktif HIMMABA angkatan 2000-an sampai 2014. Atau yang menyempatkan waktu untuk membaca arsip-arsip kuno para pendahulu HIMMABA yang tersimpan rapi dalam lemari, mungkin tak asing lagi dengan alamat sebagimana tadi.

Alamat yang pada saat itu kerap kali dijumpai pada kop surat keluaran pengurus HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang. Baik itu berupa surat undangan, peminjaman barang, hingga surat keputusan (SK) kepanitiaan yang menjadi santapan wajib kepengurusan.

Oyi gan, alamat bertuliskan “ Jalan Sumbersari Gg II No 139 Kec. Lowokwaru Kota Malang” merupakan sebuah alamat dari kantor kesekretariatan HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang, sekaligus sebagai rumah kontrakan beberapa stekholder HIMMABA kurun waktu 2008 – 2013, Sebagai salah satu saksi bisu perjuangan mengidupi dan mengeksistensi organisasi HIMMABA sendiri.

“Lantas apa istimewanya rumah kontrakan tersebut. Toh bukankah itu hanya rumah kontrakan yang sama-seperti rumah lainya ?”. 

Jangan berhipotesis sebelum mengetahui sumber rujukan konkret yang dapat digunakan untuk beria-ria memunculkan sebuah praduga Inilah yang mungkin menjadi sebuah pengalaman pribadi tersendiri.

Kala itu di awal tahun 2011 tatkala pribadi masih menginjak tingkatan akhir jenjang Madrasah Aliyah. Sejak saat pula merupakan awal mula pribadi mengenal nama HIMMABA. Sekaligus dikenalkan pula dengan potret rumah tua sebagai kantor organisasi.

Melalui sebuah Talkshow bertajuk Sosialisasi Kampus HIMMABA Cabang Malang masa kepemimpinan Mohammad Khoiron. Yang saat itu bertempat di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (YPPBU). Kala itu sempat terselip opini dibenak pribadi menyikapi foto rumah tua yang ditampilkan oleh “Cak Sapari” selaku pemateri Ke-HIMMABA-an dalam talk show.

Pribadi menganggap bahwa rumah tua yang ditampilkan melalui slide presentasi tersebut memang tak ada yang perlu dikagumi dan diistimewakan. Alias  masih dalam taraf wajar untuk ditempati.

Meskipun saat itu sedulur  pemateri menceritakan sekelumit tentang kondisi rumah tua yang katanya laksana gubuk sawah  Karena memang kondisi atap dari foto rumah tua yang ditampilkan dari depan tersebut memang banyak yang bolong dan mlorot.

Akan tetapi fakta lapangan berkata lain. Tatkala pribadi berstatus sebagai MABA (Mahasiswa Baru) UIN Maliki Malang di penghujung tahun 2011.

Kala itu pula pribadi merasakan secara langsung atmofsir rumah tua yang katanya sebagai kantor organisasi HIMMABA. Ternyata kondisinya jauh diluar dugaan sebelumnya, alias kondisi rillnya lebih parah dari perkataan sedulur pemateri saat Talkshow HIMMABA di aula YPPBU di awal tahun 2011.

Kondisinya seperti; Semen di bagian dinding rumah banyak yang mengelupas, debu rontokan atap berserakakan di ubin lantai polosan yang tanpa keramik, kayu penyangga atap yang terlihat lapuk hingga melengkung.

Belum lagi kondisi rill belakang rumah yang tak ditampilkan ketika presentasi Talkshow; atap dapur berlubang, tumpukan gombalan dan kardus berdebu dipojok ruangan, kayu penyangga atap yang siap mlorot menimpa kepala yang hanya disangga tumpukan kasur bekas, drum penampung air yang tampak kusut karatan, hingga kamar mandi yang super ekstrim.

Bagaimana tidak ekstrim ?, lantainya masih terbuat dari semen yang kondisinya berlobang-lobang. Penampung airnya terbuat dari drum biru besar yang biasa dipakai kalangan untuk penampungan air kala memandikan jenazah. Sumur tua tanpa tutup didalam kamar mandi. Pipa pembuangan kotoran WC yang pecah dengan media genteng sebagai penutup. Hingga kayu lapuk penyangga atap yang siap siaga untuk mlorot menimpa si pengguna kamar mandi kala e'ek. Bagaimana betapa mengerikannya bukan ?.

Anehnya penghuni dalam rumah rungset yang katanya sebagai sekterariat organisasi bernama HIMMABA tersebut terlihat enjoy-enjoy saja dalam rumah yang memang ekstrim tersebut; menonton TV tanpa remote secara berjamaah. Dengan sejenak diselingi mandat untuk memutar antena dibelakang pekarangan rumah, yang tampak seperti penampungan barang-barang bekas.

Adapula yang asyik bergiliran bermain dengan laptop tanpa khawatir kejatuhan balok kayu. Hingga membaca koran langganan dengan teman debu dan tumpukan inventaris organisasi.

Terselip di benak pribadi kalau bukan santri tentu tak akan kuat dan tahan hidup dengan kondisi rumah yang sangat ekstrim di Jalan Sumbersari Gg II No 139 Kec. Lowokwaru Kota Malang. Belum lagi mitologi setempat bahwa rumah tua tersebut memang ditempati oleh para tetua jin sumbersari. 

Meskipun dari luar kantor HIMMABA tersebut tampak terlihat laksana rumah efek goncangan gempa. Namun berbanding terbalik dengan meriahnya aktifitas dalam rumah tua tersebut.

Tiap malam kamis rutin dilakukan Yasin dan Tahlil berjamaah oleh para stekholder HIMMABA. Dengan setelahnya diiringi ngobrol santai terkait program kontrakan dan wacana kegiatan HIMMABA oleh para pengurus. Dengan beberapa kali mengundang para mahasantri Ma'had Sunan Ampel Al Aly.

Bahkan beberapa keadaan tertentu dilanjutkan dengan agenda ngopi together yang wajib diikuti oleh semua penghuni kantor. Ntah itu ngopi di kantin lama ma’had putra MSAA yang kala itu masih kerap  dipakai sebagai media pengkaderan anggota baru berbagai organisasi. Di kedai taman merjosari yang kala itu masih berupa lahan persawahan. Hingga di daerah Pulosari yang bercirikan “warung kopi gelas gedhe”.

Belum lagi menariknya kajian diskusi lepas dan kitab kuning ketika Ramadhan di rumah tua tersebut yang diadakan oleh HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang. Dengan hasil diskusi yang kerap diposting di webisite resmi HIMMABA yang kala itu merupakan satu-satunya website berdomain dilingkungan Organisasi Mahasisa Ekstra Kampus (OMEK) UIN Maliki Malang.

Istimewanya lagi menurut pengakuan para senior HIMMABA. Bahwa di dalam rumah tua super rungset tersebut pernah pula diadakan suatu pengajian rutinan ramadhan dengan pengampu KH. Marzuqi Mustamar (Tokoh PWNU Jatim). 

Dibalik rumah rungset yang terkena gempa tersimpan pula aktifitas gila para penghuninya. Itulah ungkapan yang pantas diberikan pada rumah kesekretariatan HIMMABA Komsiariat UIN Maliki Malang di Jalan Sumbersari Gg II No 139, beserta para penghuninya yang kerap berusaha menunjukkan eksistensi tentang arti nyata bahwa bahagia itu sederhana.

Tidak harus hidup dengan gemerlap permadi-permadani kasta istana. Cukup dengan berbagi eksistensi diri dengan dulur-dulur dalam satu wadah yang mempunnyai tujuan sama, HIMMABA. !!!

-----
Edisi kangen HIMMABA

Rizal Nanda M
Malang, 10 Oktober 2017 



Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.