Suksesnya Misi ISIS


Awal bulan Maret kali ini tatkala penulis melihat salah satu portal berita di jagat sosial. Pribadi dikejutkan dengan sebuah perihal pergolakan ISIS di timur tengah. Sebentar bukankah itu merupakan berita "lawas" tentang sebuah pergolakan kaum ekstrimis yang tak henti-hentinya dikumandangkan dengan dalih amar ma'ruf nahi mungkar. 

Tapi tunggu dulu, memang benar membahas ISIS memang tak ada habisnya. Mulai dari kasus tindakan biadab mengeksekusi para golongan "other". Hingga berbagai kasus propoganda dan ancaman di jagat media maya pada para tokoh yang dianggap sebagai penghalang dan tak sevisi dengan falsafah ISIS.

Kembali keperbincangan awal, sebagaimana dipapar situs Daily Mail yang dikutip portal berita Kompas.com (01/03/18) perihal ancaman ISIS. Dikatakan bahwa propoganda ancaman pembunuhan ISIS pada para tokoh jagat dunia terbukti berhasil. Yang bersangkutan pun luluh pada ancaman ISIS yang terbilang sangat "keras".

Tapi jangan salah, para tokoh yang luluh dan takut terhadap ancaman pembunuhan ISIS bukan pihak oposisi Syiria dan Irak. Atau bahkan Ormas Ansor dan Banser yang pernah diancam melalui video unggahan jagat sosial. Melainkan salah satu tokoh hiburan yang mengorbitkan timur tengah ke jajaran elit dunia gelap. Siapa lagi kalau "Mia Khalifa" yang pernah diancam akan dibunuh oleh ISIS di awal tahun 2017 lalu. Seorang bintang porno kelahiran Lebanon yang sejak usia 10 tahun hijrah ke Amerika Serikat bersama orang tuanya. Pengaruh gaya hidup bebas di Miami pun menjerumuskannya ke dunia seks bebas di Amerika, hingga namanya melejit dalam portal situs PornHub beberapa tahun lalu dengan sebuah sudut pandang yang sangat melecehkan budaya produk Islam.

Hemat saya terkait ancaman ISIS sebagaimana diatas, melegakan benak pribadi bahwa ISIS memang sedikit banyak masih peduli pada beberapa kepingan puzzle budaya Islam yang tercoreng kebebasan berkreasi melebihi batasan, seperti yang dipraktekkan oleh Mia sendiri. Bukan hanya berkutat perihal upaya hegemonisasi politik kekuasaan dan propoganda terorisme di berbagai pihak yang dianggap "lawan" yang kerap didengungkan.

Meskipun sebenarnya sulit untuk menilai apakah tindakan ISIS diatas murni benar salah satu upaya ijtihad Amar Ma'ruf Nahi Mungkar  atau hanya sebagai bentuk mencari sebuah "Trending Topic" perhatian jagat dunia. Sama halnya seperti tindakan akuisasi bahwa organisasinya merupakan pihak utama munculnya aksi kekerasan dan pembom-an di jagat dunia.

Tapi ya sudahlah, toh nyatanya dalam pemberitaan diberitakan bahwa ancaman ISIS pada bintang porno yang membawa identitas muslim terbukti cukup ampuh. Dikatakan dalam Daily Mail (28/2/18) bahwa pasca keluarnya  Mia dari industri porno ia pun berencana menjadi seorang presenter dan penulis. Nah, teruntuk para penggemar Mia lovers yang terlanjur terpesona dengan "bejatnya" dunia gelap Mia, kini dapat setia menanti buku apa yang akan ditulis Mia. Namanya tulisan tentu sudut pandang pengalaman diri menjadi penentu model alur tulisan. Tentu sebuah hal  menarik yang patut dinanti terkait bagaimana alur tulisan dari artis dewasa kontrofersial yang melalang buana di jagat hitam.

Sikap husnudhon diserta penarikan sebuah hikmah tentu menjadi hal terpenting dalam memahami sesuatu. Terkait seluk beluk pergolakan ancaman pembunuhan ISIS pada artis dewasa kontofersial "Mia Khalifa" jika tak menafikan maklumat untuk menihilkan industrial pornonya yang kerap membawa-bawa budaya produk Islam. Hingga dipungasi dengan kabar terkini yang memaparkan mission complete bagi ISIS atas banting setirnya artis yang lahir di Lebanon tersebut. Apakah siasat ISIS perlu ditiru untuk menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar ?. Sebuah pertanyaan yang tentu butuh daya nalar tinggi berdasar imaji, tentu harus diserta pemahaman moderat berdasarkan sebuah peristiwa. Walahu 'alam.

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.