Ansor Pandak Pecahkan Sholawat Di Daerah Tengah Hutan




Masih di sakralnya bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram yang menyandang status penuh kemuliaan. Tak khayal berbagai pihak lintas daerah pun kerap menghimpun majlis sholawat untuk bersama memuji Baginda Muhammad Saw.

Suasana serupa kali ini terjadi pula di tengah hutan ujung Lamongan selatan. Tapi jangan salah kegiatan sholawatan yang digelar senin (09/04/18) bukankah mengambil latar hutan belantara. Melainkan dilaksanakan di sebuah Desa yang memang secara demografis terletak ditengah-tengah hutan yang membatasi empat penjuru mata angin.

Jatipandak Bersholawat Jilid Dua, itulah tema utama yang juga merujuk pada latar tempat penyelenggara. Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa GP Ansor Ranting Pandak lah selaku promotor utama hajatan peringatan Rajabiyyah yang kebetulan bertepatan pula dengan Harlah NU.

Tercatat sekitar ribuan jamaah  berbondong-bondong merapatkan barisan menuju majlis sholawat areal lapangan Desa Jatipandak usai sholat Isya. Yang juga menghadirkan sosok ternama Gus Wahid (salah satu Munsyid Ahbabul Musthofa) dengan kolaborasi Ahbabul Musthofa Lamongan. 

Bahkan Jamaah yang hadir bukan hanya sebatas areal Sambeng, tetapi juga dari Jombang,  Ngimbang, Sukodadi, dan lain sebagainya. Yang menang mengatas namakan Syekhr Mania, sebuah paguyuban pencinta Sholawat yang berafiliasi  pada Ahbabul Musthofa asuhan Habib Syeh Abdul Qadir Assegaf.

" Jatipandak itu daerah ditengah hutan, tapi kalau sudah masuk ke dalam luar biasa masyarakatnya, semangat keislamannya baik wanita perempuan. Semoga kegiatan Jatipandak Bersholawat dapat ditiru oleh Ansor ranting ranting yang lain diluar Ansor  Jatipandak". Papar H. Makin Abas, Anggota DPRD Jawa Timur yang juga turut hadir dalam majlis sholawat.

Disisi lain Sutikno selaku MWC NU Sambeng dalam prakatanya memaparkan pujiannya langsung pada Nahdliyyin Jatipandak, terkusus pada Ranting Ansor Pandak selaku promotor acara.

" Saya sangat bangga dan terharu atas semangat warga Nahdliyyin Jatipandak beserta badan badan otonomnya, termasuk Ansor ranting Pandak selaku penyelenggara. Kalau tidak Jatipandak maka sulit buat acara sebesar ini, mampu mendatangkan para tokoh besar dihadapan anda semua". Paparnya dalam sambutan khusus ditengah lantunan sholawat.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziah MWC NU Sambeng tersebut juga menyinggung sekilas tentang pengakuan jati diri seorang Nahdliyyin merupakan hal utama. Sebagaimana mengucap Yel yel ala NU yang juga dianjurkan langsung oleh PBNU, bahkan menurutnya sudah direstui sesepuh NU semacam Mbah Yai Maimun Zubair (Sarang Jawa Tengah).

"Siapa kita (Warga NU), NKRI (Harga Mati), Pancasila (Jaya)", papar Sutikno dengan nada kencang.

Kemudian Camat Sambeng yang hadir juga tak lupa memberikan sambutan khusus. Dalam sambutannya selain mengucap apresiasi pada penyelenggara beserta syekr mania yang mampu membuktikan dapat melebur dengan berbagai unsur dalam setiap pagelaran. ia juga menambahkan pentingnya program Gerakan 1821 yang dicanangkan Bupati Fadli.

" Gerakan 1821 adalah agar sekitar jam 18.00 hingga 21.00, dimana para orang tua diharapkan dapat melebur dengan anak. Ntah belajar bersama, bercerita, dan lain sebagainya. Manfaatnya adalah pengoptimal  komunikasi dengan sang anak. Agar tak terlarut dengan pengaruh berlebihan dari media seperti Gadget", Papar Camat Sambeng.

Tercacat dalam majlis Rojabiyah tersebut berbagai macam Sholawat pun dilantunkan Gus Wahid dengan iringan Hadrah Ahbabul Musthofa Lamongan. Mulai dari Syair Tanpo Katon ala Gusdur, Lir Ilir, Ya Hanna, Ya Nabi Salam, bahkan Ya Lal Wathon dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di akhir acara.

" Terima kasih kesempatan kedua yang diberikan pada saya untuk berkunjung lagi ke Jatipandak di bulan April 2018. Setelah tahun lalu yang juga bertepatan dengan bulan April 2017", papar Gus Wahid di awal acara Jatipandak Bersholawat. (Rnm/red)

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.