Nah, Ini Petuah Gus Wahid Dalam Jatipandak Bersholawat




Hadirnya Gus Wahid dalam agenda Jatipandak Bersholawat galangan Ranting GP Ansor Pandak Senin lalu (09/04/18), tentu membuat daya tarik besar bagi para jamaah. Hasilnya ribuan jamaah lintas daerah pun secara khusyuk mengikuti proses rangkaian acara mulai bada Isya' hingga hampir tengah malam.

Sosok munsyid berjuluk mbolo tersebut bukan hanya semangat melantunkan sholawat dengan merdunya. Tapi juga memberikan beberapa petuah hikmah untuk diresapi dan diintropeksi bersama. 

Diantaranya adalah tentang anjuran kewajiban menghormati ulama dan orang yang lebih tua.

" Jaman sekarang memang sudah masuk jaman akhir. Tandanya banyak ulama dilecehkan, dicaci, dan dibully. Tapi mari kita tunda hari kiamat melalui cara menghormati orang yang tua. Paling tidak minimal menghormati orang tua, tak peduli status muslim atau non muslim. Sedang yang tua wajib juga menyayangi yang muda.,", Tandas Gus Wahid ditengah tengah rangkaian sholawat.

Selanjutnya Gus Wahid juga menyinggung sekilas tentang gonjang  ganjing kabar hoax yang sudah membudaya akhir akhir ini.

" Dimana mana berita hoax. Dimana mana memfitnah orang. Dimana mana mengumbar kebencian. Dimana mana mendustakan orang. Jangan sampai kita dipercepat kiamatnya karena perbuatan kita sendiri. Jangan sampai keberkahan yang diturunkan Allah kepada kita dicabut-Nya, paparnya.

Hubungan NU dengan negara sekaligus posisi 'Ulama juga tak luput dari sorotan Gus Wahid.

" Karena NU juga berada di Indonesia. Maka NU bukan hanya organisasi yang islami tapi juga organisasi nasionalis. Selain itu karena NU adalah Nahdlatul Ulama yang artinya kebangkitan para ulama. Maka NU harus menghormati para ulama dan menaati peraturan yang ada".

Ucap Gus Wahid dalam akhir petuahnya, sebelum kemudian  agenda dilanjut lagi dengan bersholawat bersama kembali. (Rnm/red)

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.