Kajian Al Hikam, Keistimewaan Keluarga Nabi Ibrahim



"Bagaimana akan aku jelaskan kata kataku pada-Mu, sedang kata-kata itu datang dari-Mu dan kembali pada-Mu"
(Munajat Ibnu Attoillah Ke 8 Poin keempat)


Sedikit Penjelasan Kyai Djamal


Doa ini merupakan rangkaian munajat kedelapan Ibnu Attoillah poin keempat dalam Syarah Al Hikam menjelang akhir pungkasan penjelasan hikmah.

Berkenaan munajat  dalam awal pengajian kali ini, Kyai Djamaluddin Ahmad menyinggung sekilas tentang doa sapu jagat, sebagaimana dibawah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).

Kyai Djamal menjelaskan, bahwa lafal Fi Dunya Hasanah menurut ahli syariat adalah pengharapan menjadi tenang, imannya kuat, ibadahnya istiqomah dan lain sebagainya. Sedangkan redaksi Fil Akhirah juga menurut ahli syariat adalah surga dan selamat dari api neraka.

Sebaliknya, kyai Djamal juga mengaitkan dua hal tersebut dengan pandangan ahli hakekat. Yang mana fi Dunya Hasanah bermakna upaya menggambarkan dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Sedang fil Akhirati Hasanah menurut Ahli Hakekat bermakna harapan dapat berjumpa dengan Allah SWT.

Berkaitan dengan ahli hakekat, dikatakan oleh Kyai Djamal bahwa sifat orang hakekat jika memohon suatu pada Allah SWT itu tidak perlu menyebutkan dan menguraikan redaksi permohonan dengan kata kata. Alias cukup disimpan dalam hati saja. Tentu hal semacam ini sangat berbeda dengan tingkatan ahli syariat orang awam pada umumnya yang jika memohon hajat kerap menyebut apa yang diminta, lalu berusaha mewujudkannya, serta menyerahkan keberhasilannya pada Allah SWT.

Dalam pengajian kali ini juga disinggung hajat jika ingin mendapatkan karunia anak yang Sholeh. Maka perlu pula kita harus meminta pada Allah atas sebuah hajat tersebut. Lalu melakukan berbagai usaha untuk mewujudkannya, seperti menjauhi makanan dan barang yang haram untuk dikonsumsi. Karena memang hal semacam itu sangat mempengaruhi sifat sang anak. Baru setelah itu serahkan semuanya pada keputusan Allah SWT.

Begitu juga seorang pelajar yang berhajat ingin lulus. Maka haruslah memohob hajat pada Allah, belajar sungguh sungguh sebagai usaha mutlak, lalu menyerahkan seluruhnya pada keputusan Allah SWT.

Syekh Ibnu Attoillah pernah berkata sebagaimana dikutip Kyai Djamal, "tidak ada kesulitan memperoleh harapan apabila kamu ingin mencapainya dengan kemampuanmu sendiri, dan menyerahkan keputusannya pada Allah SWT"

Seperti pengajian Al Hikam biasanya, tak lupa KH Moh Djamaluddin Ahmad mengupas sebuah hikayat sufi. Pada kesempatan kali ini dipaparkan kembali sekilas hikayat Nabi Ibrahim As sebagaimana juga dipapar dalam edisi Hikam sebelumnya, simak.

(Garam Nabi Ibrahim As)

Dimasa kenabian Ibrahim As, pernah beliau bermunajat kepada Allah SWT terkait hajatnya agar diizinkan oleh Allah SWT untuk bershodaqoh pada umat Nabi Muhammad Saw dimasa mendatang. Bahkan hingga akhir kiamat pula.

Sebagaimana firman Allah SWT pada Nabi Sulaiman yang berhajat memberi rizki pada seluruh mahluk sejagat Lil Alamin. Allah pun berfirman serupa pada Nabi Ibrahim As, " Ibrahim, sungguh engkau tak akan mampu"

Nabi Ibrahim As pun bermunajat kembali, " Ya Allah, aku mengerti bahwa engkau memang mengetahui kelemahan ku. Sebab itu aku mohon pada-Mu Ya Allah"

Atas ketawadhu'an Nabi Ibrahim, akhirnya atas sifat Ar Rohim endingnya Allah SWT pun mengabulkan hajat Nabi Ibrahim As. 

Allah pun mengutus Malaikat untuk mengambil sebatang kapur Barus dari surga. Lalu menyuruh malaikat untuk memberikan benda tersebut pada Nabi Ibrahim As.

Setelah mendapat Kapur Barus dari surga. Allah SWT menyuruh Nabi Ibrahim As untuk submit ke puncak gunung Jabal Abi Qubais. (Tentu tak membawa Carrier, tenda, apalagi Guide 😂). Di puncak gunung tersebut Allah SWT juga menyuruh Nabi Ibrahim untuk menaburkan kapur Barus ajaib dari surga tersebut.

Nabi Ibrahim pun segera melaksanakan mandat dari Allah SWT. Tentu sesuai dengan instruksi step per step. Ajaibnya kapur barus ajaib yang ditaburkan Nabi Ibrahim tersebut menyebar ke penjuru jagat Lil Alamin. Bi Idznillah akhirnya kapur Barus tersebut berubah menjadi sebuah garam yang dapat berguna bagi kehidupan hingga akhir kehancuran jagat semesta. (End)

Urgensi garam inilah yang kerap membuat para ulama sufi untuk memetaforakan garam dalam kehidupan. Seperti ucapan populer sebagaimana dipaparkan Kyai Djamal, " Jadilah seperti Garam yang berguna bagi kehidupan. Jadilah seperti jempol yang mampu menyentuh berbagai jari. Jangan menjadi seperti dua telinga yang tak bisa menyentuh satu sama lain"

Dalam pengajian kali ini juga dipapar dua sabda nabi yang artinya. "Orang itu tidak bisa disebut sebagai orang alim sebelum ia mengamalkannya." . "Barang siapa yang tak punya kasih sayang, maka Allah tidak akan sayang padanya"

Berkaitan dengan apabila seorang hamba  disayang dan diingat oleh Allah SWT. Maka akan mendapatkan empat hal yang sangat istimewa, antara lain; akan mendapatkan pertolongan, akan selalu dimuliakan, akan selalu diberikan kekuatan, serta akan selalu diberikan penjagaan dan perlindungan. Sebab itu pula jika ingin seperti hal ini maka seorang hamba haruslah melakukan. Berbagai amal Sholih, seperti; zakat, shodaqoh, jariyah, serta amal amal lain yang bermanfaat bagi sesama.

Kembali pada keistimewaan dan keagungan Nabi Ibrahim. Menurut Kyai Djamal dipapar bahwa Nabi Muhammad Saw jika ditanya pertanyaan siapa bapak engkau. Mana Nabi Muhammad tidak menyebut Abdullah melainkan Nabi Ibrahim As. Sebab itu pula didalam talqin mayit kerap dicantumkan perihal Nabi Ibrahim yang merupakan "Persasat Bapak Nabi Muhammad".

(Jasa Keluarga Nabi Ibrahim)

Sebenarnya bukan hanya perihal garam sebagai pemberian shodaqoh Nabi Ibrahim kepada Umat Nabi Muhammad Saw. Dalam kitab Mazlatul Mawaliz karya Imam Nasyaf'i dipapar hikayat bahwa Nabi Ibrahim pernah pula bermunajat kepada Allah. " Ya Allah, izinkan hamba memberikan syafaat dihari kiamat pada umat Nabi Muhammad golongan laki laki dewasa yang menunaikan haji". 

Sedang  Nabi Ismail juga bermunajat, "Ya Allah, izinkan hamba memberikan syafaat dihari kiamat pada umat Nabi Muhammad golongan pemuda yang menunaikan haji". 

Nabi Ishaq As juga ikut bermunajat, "Ya Allah, izinkan hamba memberikan syafaat dihari kiamat pada umat Nabi Muhammad golongan laki laki setengah umur yang menunaikan haji". 

Siti Sarah tak ketinggalan bermunajat, " Ya Allah, izinkan hamba memberikan syafaat dihari kiamat pada umat Nabi Muhammad golongan wanita yang menunaikan haji". 

Terakhir Siti Hajar juga ikut bermunajat, "Ya Allah, izinkan hamba memberikan syafaat dihari kiamat pada umat Nabi Muhammad golongan ammat (budak)  yang menunaikan haji". 

Sebab kecintaan Nabi Ibrahim beserta Keluarganya pada Nabi Muhammad dan umatnya begitu besar. Maka dalam Islam sangat dianjurkan membaca shalawat dan salam kepada Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Disamping shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta Keluarga beliau.

(Selesai)


Catatan:
Dimana tulisan asli sebenarnya dibuat pada:

Tanggal : 26 April  2010
Tempat : PP. Bumi Damai Al Muhibbin Tambakberas Jombang
Sumber Pengampu : KH. Moh. Djamaluddin Ahmad
Peresume : Rizal Nanda Maghfiroh

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.