Kajian Al Hikam: Munajat, Pagar, dan Godaan



"Tuhanku hanya dengan engkau aku minta pertolongan".

" Tuhanku aku pasrah pada-Mu, dan semua kehidupanku kuserahkan kepada-Mu.

(Munajat Ibnu Atto'illah ke 26)


Penjelasan KH Moh. Djamaluddin Ahmad

Terkait munajat ini berkaitan erat dengan pemaparan lemahnya kondisi manusia yang membutuhkan pertolongan Allah SWT disegala ruang. Termasuk pula dalam beribadah yang sarat godaan silih berganti.

Kyai Djamaluddin memaparkan bahwa Baik orang ahli syariat atau ahli hakekat. Jika memohon pada Allah SWT itu supaya dijauhkan dari tiga hal, meliputi: Nafsu, syetan, dan hawa nafsu.

Dalam salah satu hadist, Rasulullah Saw pernah bersabda, yang artinya; " barangsiapa yang takut pada Tuhannya, dan mencegah nafsu dari kesenangannya, maka surgakmlah tempat kembalinya.

Sementara Sayyidina Abu Bakar Asshidiq berkata, "Sesungguhnya iblis itu berdiri dan menghadangmu dari arah depan. Nafsu menghadangmu dari arah kanan. Hawa nafsu menghadangmu dari arah kiri. Sedang dunia menghadangmu dari arah belakang. Belum lagi anggota jasmanimu slalu disekitarmu untuk mempengaruhimu akan lupa Allah SWT. Hanya satu arah saja yang dijaga oleh Allah SWT dari musuh musuhnya yakni arah atas.

Argumentasi Abu Bakar Inilah yang terjadinya anjuran menghadapkan muka atas ketika berdoa.

Perkataan Abu Bakar diatas oleh Kyai Djamaluddin Ahmad dijabarkan sebagaimana berikut:

Pertama, iblis menghadang dari arah depan supaya hamba Allah meninggalkan agama. Kedua, nafsu menghadang dari arah kanan untuk mengajak kemaksiatan. 

Ketiga, hawa nafsu menghadang dari arah kiri untuk mengajak berbuat kesenangan yang menyebabkan lupa pada Allah SWT. Keempat, dunia menghadang dari belakang untuk menyuruh hanya memikirkan keduniawian dan melalaikan akhirat. Lalu Kelima, anggota (jasmani) disebut slalu disekitar (menyertai) untuk mengajak berbuat dosa.

Dalam kesempatan lain Sayyidina Abu Bakar juga berkata tentang anjuran memerhatikanlah enam hal sebagaimana berikut:
  1. Barang siapa yang mengikuti iblis maka agamanya hilang.
  2. Barangsiapa yang mengikuti nafsu maka ruhnya hilang.
  3. Barang siapa yang mengikuti  hawa nafsu maka akalnya hilang.
  4. Barangsiapa yang mengikuti dunia tanpa memperdulikan akhirat maka dunianya tak barokah.
  5. Barang siapa yang mengikuti anggota jasmaninya maka surganya akan hilang.
  6. Barang siapa yang mengikuti ajakan baik maka akan hilang perbuatan jelek dan tumbuh perbuatan baik.


Dalam pengajian kali ini Kyai Djamal juga mengutip Dawuh seorang sufi yang isinya, " Manusia itu digambarkan dalam sebuah bentengm sedang benteng itu diliputi tujuh buah pagar, meliputi:

  1. Pagar satu berasal dari mutiara yakni adab.
  2. Pagar satu berasal dari  zamrud yakni Siddiq dan ikhlas.
  3. Pagar satu berasal dari  keramik yaitu takwa.
  4. Pagar satu berasal dari  batu yaitu syukur. 
  5. Pagar satu berasal dari  besi yaitu tawadhu.
  6. Pagar satu berasal dari  perak yaitu iman.
  7. iman. satu berasal dari emas, yaitu malu.


Posisi manusia berada di posisi tengah. Sedang diluar terdapat syetan yang digambarkan berupa anjing.

Apabila ketujuh pagar tersebut kuat maka syetan tak akan masuk. Sebaliknya jika ketujuh pagar tersebut   rapuh maka dengan mudahnya syetan akan masuk ke benteng tersebut.


(End)


----- *** -----

Catatan:

Tulisan ini merupakan hasil mermakan dari resuman pribadi namun tak merubah substansi pengajian kala itu. Dimana tulisan asli sebenarnya dibuat pada:

Tanggal                        : Januari 2011
Tempat                        : PP. Bumi Damai Al Muhibbin
Sumber Pengampu : KH. Moh. Djamaluddin Ahmad
Peresume                    : Rizal Nanda Maghfiroh



Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.