Laila Majnun



Suatu ketika sufi terkenal bernama Syekh Dinnun Al Mishri melihat anak kecil melakuan Persekusi  melempari seorang orang gila perempuan. Melihat perangai anak-anak sedemikian, syekh Dinnun pun bertanya, “ Mengapa kalian orang gila itu nak ?”.

“Karena orang gila itu mengaku telah melihat Allah”

Syekh dinnun pun menghampiri wanita gila tersebut.

“ Mengapa engkau mengaku melihat Allah?”, tanya Syekh Dinnun.

“ Kalau Allah terhijab padaku sekejap mata saja maka seketika itu tubuhku hancur karena sakitnya berpisah dengan Allah.”, bentak si wanita gila.

Wanita gila itu pun malah mengucap sebuah syair mahabbah (Bakhr Kamil).

طلب الحبيب من الحبيب رضاه
و منى الحبيب من الحبيب لقاه

ابدا يلاخظه باعين قلبه
والقلب يعرف ربه و يراه

يرضى الحبيب من الحبيب بقربه
دون البعاد فما يريد سواه


Permintaan kekasih dari sang kekasih adalah kerelaannya
Dan harapan kekasih terhadap kekasih adalah bertemu dengannya

Selamanya ia akan memandang kekasih dengan mata hati 
Dan hati itu mengenal Tuhannnya dan melihat-Nya

Kerelaan kekasih dari sang kekasih adalah dekat dengannya
Bukanlah jauh, maka ia tidak mengharapkan lainnya.

(Laila Majnun)


 “Apakah engkau benar gila ?”, tanya Syekh Dinnun kembali.

“Memang. Bagi hari bumi memanglah gila, tapi bagi hari langit tidak”

“Bagaimana engkau bisa menyertai Allah?”.

“Saya tidak pernah keras kepala kepada-Nya  semenjak mengenal-Nya dan jatuh cinta pada-Nya”.

“Sejak kapan engkau kenal Allah ?”

“Semenjak namaku tercatat sebagai orang gila”.

Sebenarnya wanita gila yang ditemui Syekh Dinnun tersebut merupakan seorang wanita yang masuk maqom fana’ alias majdub. (End)




Sumber: 
Pengajian Al Hikam KH. Moh. Djamaluddin Ahmad
26 Januari 2009

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.