Menengok Peradaban Lawas Malang Raya


Candi Badut

Foto: Dokumentasi


Selamat HUT Malang Kucecwara seratus lima. Kota kecil berjuta makna, bagi yang pernah terlibat di dalamnya dan berkenan mengingatnya.

Dari dulu memang Kota Malang merupakan salah satu peradaban modernis  jawa. Bahkan kata khalayak bebas mampu melebihi Surabaya katanya. Ini  bukan serta merta persaingan Persebaya - Arema, tapi ini sejarah yang akan berbicara.

Sejarah mencatat Kerajaan Kanjuruhan di Dinoyo Malang kala memang merupakan kerajaan tertua di jawa timur raya. Melebihi Singosari, Kadiri, Mataram baru, bahkan Majapahit sekalipun. Hikayat Malang Raya secara kronologis tak lepas dari pengaruh Kerajaan Kanjuruhan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur, bahkan satu angkatan dengan Kerajaan Tarumanegara di Bekasi Jabar sekitar Abad 8 masehi yang diplot sebagai kerajaan tertua di Jawa.

Istilah Dinoyo sebagai salah satu daerah di Malang, dinisbatkan pada "prasasti Dinoyo" yang yoni-nya tersimpan di museum Mpu Purwa Suhat (Jl Soekarno-Hatta). Adapun penisbatan nama Jalan Gajayana beserta stadiun Gajayana di nisbatkan pada raja kerajaan Kanjuruhan yang terkenal yakni Prabu Gajayana. Sementara Stadiun Kanjuruhan yang berada di Kepanjen tentulah jelas mengacu pada nama kerajaan kawakan tersebut.

Selain itu ada pula sebuah candi bernama Badut yang terletak di daerah Dau (perbatasan Karangbesuki malang). Yang merupakan salah satu peninggalan superior dari kerajaan kanjuruhan era Gajayana. Candi Badut merupakan peninggalan Prabu Gajayana, penguasa di Kerajaan Kanjuruhan. Candi ini diperkirakan memiliki usia lebih dari 1400 tahun, didirikan pada tahun 760 Masehi. 

Candi Badut berasal dari bahasa sansekerta yaitu bha-dyut yang berarti sorot bintang canopus atau sorot agastya. Candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang yang berasal dari Belanda yaitu Maureen Brencher. Pertama kali ditemukan, candi ini terlihat hanya gundukan bukit batu, reruntuhan, serta tanah. Namun, setelah dilakukan pemugaran, ternyata bangunan candi itu memang sudah runtuh, yang tersisa hanya bagian kaki. Sisa-sisa dari candi ini ada beberapa arca, yakni arca Ganesha, arca Agastya, serta arca Mahakal dan Nadiswara. Hanya arca Durga Mahesasuramardhini saja yang tersisa

Bukan hanya Candi Badut, tercatat ada beberapa peninggalan Kerajaan Kanjuruhan lain. Salah satunya adalah Candi Karangbesuki yang kini hanya menyisahkan pondasinya saja. Menurut pengakuan masyarakat setempat, Konon candi yang terletak di area makam umum kelurahan karangbesuki tersebut. Menariknya ketika pertama kali dilakukan upaya penggalian, bahkan ditemuhi pula beberapa batangan emas dan uang kuno yang menjadi afirmasi lain napak tilas dari kerajaan kanjuruhan sebagai peradaban lawas Malang Raya.


Sumber:

kajian Rihlah Ilmiah HIMMABA diCandi Badut Dau 09 Juni 2013

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.