About Me

header ads

Tiga Pengembangan Kurikulum Ponpes Ulil Albab



Suatu kurikulum dalam sebuah lembaga pendidikan juga tidak berlaku absolut dan dipakai selamanya. Tetapi perlu dicatat bahwa sebuah kurikulum pendidikan haruslah menyesuaikan kondisi zaman serta tingkat kebutuhan dan kegunaan kurikulum tersebut bagi stakeholder suatu lembaga pendidikan. Sederhananya adalah lembaga pendidikan harus selalu mengembangkan sistem pembelajaran yang dipakai berdasarkan realitas yang terjadi.

Begitu juga Pondok Pesantren yang berperan sebagai pengembang Pendidikan Agama Islam juga pastinya ikut terlibat dalam pengembangan sebuah kurikulum agama yang digelutinya. Jika dulu kerap bermunculan Pondok Pesantren yang menggunakan pendekatan sistem salaf melalui pengajaran kitab kuning dengan model sistem pembelajaran jadul semacam; sorogan, badongan, setoran. Tetapi era sekarang tak sedikit Pondok Pesantren yang mengembangkan sistem pendidikannya ke arah Madrasah Diniyah dengan pendekatan yang lebih formal dan tersistem. 

Adapun Pondok Pesantren Ulil Albab yang terletak di Desa Bakalanpule Tikung sendiri merupakan satu dari ribuan, bahkan jutaan Pesantren yang memakai pendekatan formal model Madrasah Diniyah. Menurut pengakuan Ustadz Suwandi selaku Kepala Pondok Pesantren Ulil Albab Tikung, terkait komentarnya tentang sistem dan model pendidikan di pesantren tersebut, disebutkan bahwa Sistem pendidikan Pondok Pesantren Ulil Albab Tikung mengkomparasi sistem pendidikan pesantren salaf dengan sistem pesantren modern.

Artinya dua sudut pandang tersebut dipermak oleh pihak pesantren menjadi sebuah pendekatan tersendiri, sesuai dengan karakteristik pesantren yang cenderung menjadi rujukan santri kategori awam.

Diantara pendekatan salaf adalah masih diadopsinya sistem sorogan sepereti materi kitab kuning, hafalan surat Al Qur’an, hingga praktek ibadah. Sedang pendekatan modern dipermak dalam sebuah lembaga khsusus Madrasah Diniyah Ulil Albab yang merupakan aplikasi prorgam kerja Departemen Pendidikan dan Diniyah.

Secara garis besar model kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Madrsah Diniyah Pondok Pesanten Ulil Albab terdiri dari tiga pengembangan, meliputi; Pengembangan ilmu-ilmu agama yang tertuang dalam kitab-kitab salaf, pengembangan ilmu-ilmu Al Qur’an, serta pengembangan karakter melalui kegiatan pembiasaan.


Pengembangan Ilmu Kitab Salaf  (Kitab Kuning)

Pondok Pesantren Ulil Albab tidak lupa mencantumkan program pengayaan keilmuan kitab salaf sebagai bagian dari upaya pengembangan Pendidikan Agama Islam. Kemudian sistem Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ulil Albab tikung sendiri menggunakan tingkatan jenjang kelas formal, yang terdapat empat jenjang kelas dalam Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ulil Albab, antara lain; kelas I dan kelas II yang dikategorikan sebagai jenjang Wustho, lalu kelas III dan kelas IV yang dikategorikan jenjang Ulya.

 Adapun pembagian empat kelas tersebut disesuaikan dengan jenjang tingkatan lembaga formal dari peserta didik yang mukim di Pondok Pesantren Ulil Albab. Namun Pondok Pesantren Ulil Albab Tikung tetap menggelar sebuah tes khusus di awal semester ajaran baru yang diperuntukan bagi para santri baru. Materi tes-tes tersebut terdiri dari dua model yaitu; ujian tulis yang berisikan kompilasi aneka dasar dasar kajian Islam di setiap bidang, dan ujian praktik ibadah dan praktik Baca Tulis Al Qur’an.


Pengembangan Ilmu Al Qur’an.

Sama sepertihalnya kegiatan pengembangan keilmuan kitab kuning yang diwujudkan melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Ba’da Ashar di kelas-kelas berjenjang. Maka untuk kegiatan pengembangan Al Qur’an juga tak jauh berbeda, karena memang pembagian kelas diatur berdasarkan tingkat kemampuan baca tulis Al Qur’an sekaligus kondisi mental santri sendiri. Meskipun sebenarnya terdapat tiga kategori jenjang kelas Al Qur’an, yakni; Aly untuk kelas atas, Mutawasith untuk kelas menengah, dan Ibtida’ untuk kelas pemula.


Kegiatan Pembiasaan Santri dan Ektrakurikuler

Selain mencanangkan pengembangan keilmuan kitab-kitab kuning dan pengembangan Al Qur’an, Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ulil Albab juga mencanangkan program pembiasaan santri dan ektrakurikuler sebagai bagian dari kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren Ulil Albab. Melalui kegiatan ini diharapkan akan membantu para santri dalam mengembangkan bakat dan potensi mereka terhadap bidang-bidang tertentu.

Adapun beberapa kegiatan pembiasaan santri yang dicanangkan Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ulil Albab sepertihalnya; pembiasaan program yasin tahlil setiap malam Jum’at yang dilanjutkan dengan program maulid diba’iyah, pembiasaan dzikir rotibul hadad, pembiasaan istighosah, hingga pembiasaan manaqib. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuker seperti Kegiatan Tahfidzul Qur’an untuk pemula, Sholawat Banjari, Qiro’ah, Retorika, Jurnalis, dan lain sebagainya.


Oleh: Rizal Nanda Maghfiroh

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar