Organisasi Bukan Perkumpulan ?

Sebuah Perkumpulan
Berbicara tentang organisasi tentulah sering kita mendapati pemahaman bahwa organisasi secara sederhana merupakan sebuah perkumpulan dari dua orang atau lebih yang memiliki suatu tujuan yang sama. Pernyataan tersebut terbilang benar mengingat adanya sebuah sebuah organisasi berdiri didasari karena kesamaan visi, misi, serta pandangan hidup dari beberapa individu terhadap suatu hal. Akan tetapi perlulah dicermati secara sempurna bahwa sebuah organisasi secara tersirat memiliki makna yang lebih luas, bukan hanya sekedar wadah, himpunan, atau ikatan semata. 

Organisasi (Organization: Inggris) dalam tata kebahasaan Indonesia berasal dari dua kata yakni kata Organ dan imbuhan –sasi. Istilah organ  dinisbatkan pada istilah dibidang biologi yang merupakan sebuah kesatuan utuh dari sekelompok jaringan yang saling bekerja sama guna menjalankan fungsi tertentu dalam tubuh. Sementara imbuhan –Sasi mengandung makna berproses. Sebuah proses tentulah tidak serta merta instan atau langsung jadi, melainkan dilakukan secara continue (berkelanjutan atau bertahap), tidak berhenti pada satu titik atau keadaan tertentu. 

Dengan kata lain organisasi secara esensial bukan hanya terbatas pada pemahaman sebagai objek (wadah, kumpulan, himpunan, ikatan) namun justru memiliki arti yang lebih bermakna, bukan lagi menyandang status sebagai objek melainkan sebagai predikat (aktifitas). Jika sebuah organisasi dipahami sebagai objek semata tentulah secara perlahan organisasi tersebut tidak memiliki esensi makna dari tujuan pendirian suatu organisasi bahkan organisasi tersebut akan lenyap jika keadaan tersebut terus menerus dikembangkan dalam ruang lingkup organisasi. Sebagaimana peranan organ dalam sistem kehidupan jika tak mampu lagi beraktifitas tentulah sebuah kehidupan akan rusak bahkan lenyap. 

Sebaliknya jika sebuah organisasi dipahami dalam pengertian sebagai aktifitas (Predikat) tentu suatu organisasi akan tetap hidup dan terus berkarya mengikuti perkembangan zaman sebagaimana yang dilakukan organ dalam kehidupan. Oleh karena itulah agar sebuah organisasi tetap hidup tentulah harus senantiasa bersifat dinamis, flexsibel, dan direct (bergerak) sebagaimana imbuhan –sasi yang mengharuskan untuk terus berproses.  

(Tulisan juga dimuat penulis di himmaba.com)

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.