Kajian Al Hikam: Seputar Thariqah Syadhiliyyah

Qoul Kyai Djalil Mustaqim Tulungagung

 “ Seputar Thariqah Syadhiliyyah” 
(Tidak Membahas Hikmah)
(KH. Moh. Djamaluddin Ahmad)

 
Syekh Abu Hasan As Syadhili mengatakan bahwa diantara manfaat dari Thariqah Syadhiliyyah adalah bahwa sejatinya seorang syadhiliyyah itu dipilih oleh Allah SWT sejak zaman azali, bahkan para wali-wali mayoritas adalah penganut Thariqah Syadhiliyyah.

Selain itu seorang pengikut Thariqah Syadhiliyyah apabila mengalami Jadzab (Menjadi Majdub) maka cepat sembuh / sadar dalam proses tenggelamnya pada maqam fana’. 

Adapun cara berdzikir dalam Thariqah Syadhiliyyah itu sangat mudah untuk dilakukan, diantaranya: Membaca Surah Al Fatihah, Takbir, Membaca Shalawat Syadhiliyyah, dan terakhir mengucap dzikir ( لا اله الا الله ). 

Meskipun demikian sebenarnya dzikir semua thariqah termasuk Syadhilyyah itu tergantung maklumat dan ijazah dari Guru Mursyid dari tiap-tiap Thariqat, dikarenakan Guru Mursyid benar-benar seorang panutan, guru, yang mengerti kebutuhan hati para Muridnya.

Kemudian berkaitan dengan kegiatan berdzikir perlulah diketahui bahwa yang utama dan terpenting bukan ditentukan oleh banyaknya ucapan sebuah dzikir melainkan ditentukan ikhlas dan khusyu’ dalam meresapi lafadz demi lafadz dzikir itu sendiri.

Thariqah Syadhiliyyah sebenarnya hakekatnya  tidak jauh beda dengan Thariqah Qadiriyyah dalam hal amaliyah dzikir لا اله الا الله yang prosesnya menghayati dengan menghayal melukis lafadz tersebut di dada, perbedaannya hanya terletak pada sebagian doanya tergantung tiap Mursyid. Alasan mengapa Thariqah Syadhiiyyah menganjurkan memperbanyak dzikir لا اله الا الله yaitu karena lafadz 
لا اله الا الله merupakan dzikir yang paling baik bahkan melebihi besarnya 7 lapis langit dan bumi.

Dalam sebuah hadist Qudsi diterangkan bahwa Allah berfirman; Lafadz  لا اله الا الله merupakan bentengku, barangsiapa yang masuk pada bentengku maka dia akan selamat.

Selain itu dalam sebuah ayat dijelaskan bahwa Allah berfirman “Barangsiapa yang selalu mengingat nama-Ku dan selalu mengucap nama-Ku, maka Aku akan menyertainya”.

Menurut Kyai Djamal bahwa syekh Shodiq pernah berkata;  Barang siapa yang selalu berdzikir maka jin dan syetan tidak akan berani mendekat. Qoul tersebut diafirmasi oleh sebuah hikayat dari kitab Ihyak Ulumuddin Al Ghozali yang menceritakan tentang pengalaman seorang sufi tentang bagaimana cara syetan menggoda manusia.

Al Hikayat (Waliyullah dan Cara Syetan Menggoda)


Diceritakan dari Kitab Ihyak Ulumuddin bahwasahnya ada seorang ulama sekaligus waliyullah yang berkeinginan mengetahui bagaimana cara syetan menggoda manusia. Beliau pun memohon kepada Allah SWT agar diberikan sebuah gambaran tentang ketidak tahuannya.


Suatu saat tatakala ulama tersebut tidur, beliau bermimpi melihat manusia kristal transparan yang organ dalamnya kelihatan dari luar.

Selain itu tepat dibagian hati manusia Kristal tersebut menempel sebuah mahluk yang kelihatan seperti seekor katak yang mempunyai belalai panjang. Setiap waktu belalai makluk menyerupai katak tersebut selalu menancap pada organ hati manusia kristal.

apalagi tatkala manusia Kristal tersebut bermaksiat maka belalai tersebut semakin dalam menancapnya. Akan tetapi ketika manusia kristal transparan tersebut berdzikir kepada Allah SWT maka belalai mahluk menyerupai katak tersebut mengkerut, memendek, dan keluar dari organ hati manusia transparan tersebut, begitu seterusnya. 

Saat bangun dari tidurnya, ulama tersebut mengerti bahwa mimpinya merupakan petunjuk dari Allah SWT atas jawaban permasalahannya. Beliau pun memahami bahwa mahluk menyerupai katak berbelalai panjang di mimpinya merupakan metafora dari bagaimana gambaran syetan menggoda manusia.

*)
Tulisan ini merupakan Resuman Pengajian Al Hikam KH. Moh. Djamaluddin Ahmad yang penulis catat ketika singgah di pesantren beliau

Tanggal : 08 Februari 2010

Tempat  : Bumi Damai Al Muhibbin Tambakberas Jombang
Oleh       : Rizal Nanda Maghfiroh



Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.