Refleksi: Pesan Untuk Para Pemimpin

Opini Jawapos (17/05/17)


(Dalam Rangka Edisi Hari Buku Nasional).

 *)

Sejenak termenung dalam pelamunan, gegara opini salah seorang alumni Pasca Unair dalam sebuah koran. iya ya memang pemimpin masa kini lebih gemar berpidato ria, lebih senang berdrama dalam aneka dialeka, lebih suka bercerita kisah nabi serta hikmahnya. Hingga tenggelam dalam kenyamanan tanpa karya, tanpa jilidan tinta dan pena, tanpa meninggalkan tulisan sajak dimana-mana, tanpa membukukan gagasan kehebatanya. Padahal melalui sebuah catatan akan tercipta penyebaran keilmuan, sebuah pengalaman tentang kepemimpinan yang dapat diijazahkan pada generasi tiap zaman.

Memang benar ya, kami rindu pemimpin yang mampu berkarya lewat perkataan dan tulisan buah pemikiran, bukan sekedar tulisan tentang tren dan pencitraan dalam suatu zaman. Kami rindu tokoh pemimpin semacam Mbah Hasyim Asyari, selain gemar berpidato berapi-api  juga mampu warisi kitab-kitab sakti yang slalu dikaji tanpa henti oleh generasi kini; Adabul Alim Wa Mutta'alimi sampai Nurul Mubin Fi Hikayati An Nabi.

Kami rindu pemimpin yang slalu berkutat dengan aneka karya, sebagai suri tauladan agar tinggalkan karya; Rindu Bung Yamin dengan  Sastra khas legendarisnya bernuansa sedikit sentuan islam didalamnya, Bung karno dengan semangat menggebu-gebu di setiap berbagai tulisannya tentang ide Pancasila yang tak terhitung jumlahnya, Bung Hatta dgn berbagai karya tentang kebangsaan dan demokrasi Indonesia, Tan Malaka dengan Madilog-nya, Buya Hamka dengan Tafsir Al Azhar yang melegenda, Bahkan Gusdur dengan berbagai opini bebas yang terangkum dalam buku islamku islam anda islam kita.

Ahmad Baso berkata bahwa teks merupakan sumber utama bagi perujukan sebuah hal yang belum di terka, karena teks bersifat tetap walau penulisnya telah hilang ditelan masa, menurutnya pula teks lebih shohih untuk digunakan utk menentukan sudut pandang pemikiran manusia, daripada dialek wacana yang cenderung berubah-ubah sesuai kondisi emosional semata.

Selamat Hari Buku Nasional.
Mari berkarya sesuai kemampuan kita.



*) 
 Menanggapi Opini Anwar Djaelani (Alumni Pasca UNAIR) Jawapos (17/05/17) dalam rangka Hari Buku Nasional 2017

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.