Banser Jatipandak vs Kubu Kiri PKI


Dikarenakan isu terkait komunis (PKI) kembali moncer usai muncul ide untuk pemutaran kembali film "lawas" Penghinatan G30S PKI maka pada kesempatan ini dipaparkanlah review tentang sekilas peristiwa di Jatipandak kala berkenaan dengan PKI itu sendiri.

Berdasarkan riwayat dari salah satu sesepuh desa Jatipandak yang berhasil dihimpun bahwasahnya Ansor dan Banser Jatipandak juga mempunyai kontribusi dalam pertempuran melawan pemberontak Partai Komunis Indonesia (PKI), ini terlepas dari fenomena perdebatan pro-kontra tentang sepak terjang PKI itu sendiri. Diantara salah satu  tokoh Banser Jatipandak kala itu menurut cerita yang kami dapat seperti Sahabat Parto yang saat itu umurnya masih remaja. Meski berwatakan kecil namun sahabat Parto mampu tampil gesit dan lincah dalam berperang menumpas PKI bersama pasukan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). 

Saat itu salah satu lokasi pembai’atan-nya adalah di daerah Babatan Kec. Mantup oleh seorang Kyai (yang namanya tak berhasil kami himpun). Usai pembaiatan ketika hendak pulang para Banser yang mengikuti rangkaian pembaiatan diberikan bekal berbagai macam atribut keamanan yang tentu telah ditempeli “asmaan, hizib, dan doa” dari para kyai sepuh guna sebagai alat untuk menumpas kubu garis kiri PKI yang dianggap membahayakan NKRI dengan idealism komunismenya.

Berdasar cerita yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jatipandak bahwa napak tilas lokasi penumpasan pengikut PKI adalah di daerah yang disebut “Dalan Cikar” yang lokasinya berada di tengah hutan antara Desa Jatipandak dengan Desa Pamotan. Disebut “Dalan Cikar” karena konon menurut mitologi mayarakat sekitar daerah tersebut dulunya merupakan salah satu jalur yang kerap dilewati angkutan “cikar” (Delman). Adapun jenazah para pemberontak PKI yang tewas terbantai dimakamkan secara masal di daerah itu pula bersama atribut kebesaran konon serta senjata-senjata mereka pula.

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.