5 Tanda Mahasiswa Pengabdi Organisasi 'ala UIN Maliki

UIN Maliki

Sebenarnya rangkaian kata lepas ini merupakan sebuah tulisan ditengah kebuntuan otak untuk bermesra dialeka tentang opini terkini, sehingga dituliskah ensiklopedia bebas kali ini sebagaimana judul diatas demi tetap eksis bergeliat opini lepas ditengah kebuntuan paradigma apa yang akan diutarakan pribadi. Simak .. 

1. Ngeprint di Rental Pakai Kertas Folio (215 x 330 mm )

Bagi semua mahasiswa terkhusus di UIN Maliki Malang kesemua tugas yang diminta oleh dosen baik itu makalah atau pun tugas akhir berupa skripsi sekalipun, tentulah menggunakan sebuah kertas ukuran A4. Nah, ketika di rentalan dekat kampus ada mahasiswa yang ngeprint pakai kertas lain dalam hal ini folio ukuran 215 x 330 mm, sudah hampir pasti yang di print si mahasiswa bukanlah tugas berbau perkuliahan melainkan hal-hal lain yang lebih condong kearah non perkuliahan. Bisa berupa surat sebuah organisasi kemahasiswaan baik surat undangan atau SK Pengangkatan kepanitiaan, proposal kegiatan, atau bahkan Laporan Pertanggungjawaban sebuah kepengurusan atau kepanitiaan sebuah organisasi intra maupun ekstra. 

2. Ransel Perkuliahannya dipenuhi Berkas Berbau Organisasi 

Untuk yang kedua ini sudah jelas maksudnya, bahwa si mahasiswa aktivis sebuah organisasi kampus baik intra atau pun SK tentulah ketika mengikuti perkuliahan kerap kali menyelipkan berbagai berkas berbau organisasi yang digelutinya laksana kesekretariatan keliling. Ntah itu berupa surat undangan atau surat keputusan (SK) kepanitiaan untuk dibagikan, coteran rancangan program-program kegiatan yang akan diskusikan diwaktu jam senggang ngopi, atau bahkan stempel kepengurusan atau kepanitiaan sebagai “jaga-jaga” bila diperlukan dadakan.

3. Kamus Nomor Telpon Anggota di HP-nya 

“Japri” atau “Jarkom”, sebuah kata-kata yang tentu tak asing bagi para aktivis sebuah organisasi. Sebelum zaman gadget dengan berbagai aplikasi jejaring sosial menjamuri berbagai kalangan, praktis cara berhubungan jarak-jauh antar anggota organisasi untuk menyebar informasi kegiatan maupun janjian merapatkan barisan evaluasi kepengurusan dan  kepanitiaan adalah menggunakan pesan teks berbasis SMS. Nah, oleh karena itu beberapa pengabdi organisasi kampus pun kerap kali gemar mengkoleksi nomor-nomor anggota di handphone pribadinya. Ntah digunakan sebagai modus nyepik tipis-tipis atau memang benar-benar digunakan untuki menebar Japri – Jarkom pada seluruh stekholder organisasi.

4. Membawa Karpet Pasca Pulang Kuliah 

Hampir beberapa waktu  sore hari di UIN Maliki Malang apalagi masa masuknya mahasiswa baru tentu kerap dijumpai beberapa mahasiswa lawas bersliweran berbondong-bondong membawa tumpukan karpet. Ada diantaranya pula yang membawa berbagai bendera ukuran jumbo dengan aneka corak logo didalamnya seraya membentangkan diatarara tiang lantai atas gedung perkuliahan. Itulah fenomena perlombaan dari aneka organisasi lintas mahasiswa  dalam mencari simpatisan anggota secara face to face di lingkungan kampus. Nah, dengan demikian disimpulkan bahwa para mahasiswa yang berperan sebagai akomodasi mondar-mandir membawa karpet di UIN Maliki Malang bukanlah mahasiswa yang hendak boyongan pindah atau bahkan hendak promosi berjualan barang dagangan, melainkan mahasiswa yang termasuk pengabdi organisasi yang berusaha menghidupi eksistensi organisasi yang diikuti, ditengah pergolakan tarik ulur peradaban kampus antar warna warni aneka organisasi.

5. Tua vs Muda di Sudut Warung Kopi

Memang tidak bisa ditepis bahwa warung atau kedai kopi merupakan majlis yang tepat untuk melakukan karedisasi suatu  organisasi. Mengingat bagi para mahasiswa kedai kopi bukan hanya sekedar tempat nongkrong pelepas dahaga akan kepenatan dunia perkuliahan, melainkan juga sebagai majlis afkar yang dapat digunakan untuk bertukar gagasan dan pengalaman di segala rana keilmuan. Nah, jadi ketika ada beberapa kalangan mahasiswa tua-muda berkerumunan di sebuah kedai kopi membincang sebuah pembahasan sudah hampir pasti itu merupakan kalangan pengabdi sebuah organisasi yang merelakan diri untuk menghimpun pasukan demi untuk melakukan kaderisasi intensif melalui kedai kopi 


Bagaimana, apa ada tanda-tanda lain sebagai tambahan terkait pemaparan diatas, ingin berbagi maka tulis komentar dibawah ini ?

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.