Kajian Al Hikam : Munajat Yang Tak Terkabulkan

Sumber Rujukan

" Bagaimana akan kecewa harapanku padahal telah datang menghadap Kepada-Mu"
( Munajat Ibnu Atto'illah Ke 8 Poin E )


Penjelasan KH. Moh Djamaluddin Ahmad

Munajat ini merupakan doa Ibnu Atto'illah kedelapan dari poin kelima (E) dalam Syarah Al Hikam karangannya. Dimana berintikan bahwa Allah SWT tidak akan mengecewakan orang yang meminta sesuatu kepada-Nya.

Oleh Kyai Djamal dimetaforakan sebagai orang yang bertamu ke rumah orang yang dermawan. Pasti orang tersebut akan mendapatkan pelayanan baik dari tuan rumah. Sehingga tamu tersebut tidak akan mendapat sebuah kekecewaan.

Kyai Djamal juga menuturkan bahwa secara umum munajat doa terbagi menjadi dua macam. Pertama adalah doa meminta ampunan. Terdapat tiga syarat mutlak; harus menyesal, harus meninggalkan dosa tersebut, dan memiliki niat azimah untuk tak akan mengulangi.

Sedang jika dosanya berkaitan dengan sesama manusia,. maka ditambah satu syarat; keridhaan dari orang tersebut.

Kedua, ada munajat perihal hajat keinginan. Yang juga ada empat syarat agar diterima oleh Allah, meliputi; saat berdoa harus niat ibadah, saat berdoa semata mata menunaikan kewajiban, merasa butuh pertolongan Allah, serta mengingat Allah ketika berdoa.

Namun sebenarnya hakekat semuanya hanya Allah yang tahu baik sebuah hajat hamba-Nya. Karena itu Kyai Djamal menyinggung dua hal. Pertama, barang atau sesuatu yang diberikan Allah kepada kita itu adakalanya tak sesuai dengan keinginan. Dan Kedua, waktu yang dipilih Allah untuk memberikan sesuatu pada kita itu belum pasti sesuai dengan waktu yang kita harapkan.

Dua pesan diatas jangan melahirkan membuat sebuah fikiran bahwa Allah tak mempunyai sifat Ar Rahman. Sehingga apatis terhadap hamba-hamba-Nya. Mungkin saja pilihan Allah itu lah yang memang terbaik bagi hamba-Nya. Meski ada kemungkinan lain hajat tak dikabulkan karena keengganan Allah untuk melirik paras makhluk tersebut.

Bahkan hajat Nabi Muhammad Saw pun pernah tak sesegera dikabulkan oleh Allah di suatu kejadian, Simak ceritanya.

(Nabi Saw dan Pemindahan Kiblat)

Didalam kitab Ihya’ Ulumuddin diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mempuyai suatu harapan. Akan tetapi harapan nabi tidak serta merta dikabulkan oleh Allah SWT, karena mungkin hal itulah yang pantas dan baik untuk Nabi Muhmmad SAW.

Pada suatu hari Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk memindahkan kiblat umat Islam dari masjidil haram ke Baitul Maqdis.

Mendapat perintah tersebut Nabi Muhammad SAW bersedih, hal ini dikarenakan Baitul Maqdis merupakan kiblatnya orang yahudi dan Nasrani.

Beliau tidak mau menyamakan umat Islam dengan Umat yahudi dan nasrani. Nabi SAW pun berharap agar Allah SWT mengembalikan kiblat Umat Islam kembali ke masjidil haram.

Setiap malam, setelah shalat tahajud Nabi SAW selalu memohon pada Allah SWT sambil menghadapkan wajah beliau kelangit dengan wajah penuh air mata. Berharap turun wahyu pengembalian kiblat ke ke masjidil haram. Akan tetapi Allah SWT tidak merespon doa Nabi.

Merasa kasihan pada Nabi SAW, malaikat jibril As pun rela bersujud pada Allah SWT agar Allah mengabulkan doa Nabi Muhammad SAW.

Allah pun berfirman pada malaikat Jibril As: “ Jibril, aku melakukan hal teresbut dikarenakan aku suka mendengar desah tangis kekasih-Ku (Nabi Muhammad SAW) ”.

Akhirnya pada malam ke 480 setelah kejadian pemindahan kiblat umat Islam dari masjidil haram ke Baitul Maqdis, Allah menurunkan wahyu yang isinya tentang pegembalian kiblat umat Islam ke masjidil haram.

Dari hikayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Harapan Nabi Muhammad Allah pernah tidak di kabulkan Allah secara langsung. Hal ini dikarenakan Allah SWT lebih mengetahui apa yang pantas dan baik bagi kekasih-Nya (End)


Selain Nabi Muhammad Saw yang hajatnya pernah ditanggalkan Allah SWT. Ada pula hikayat Sayyidina Umar Bin Khattab yang pernah suatu saat mempunyai hajat, namun sampai akhir hayat beliau tak terpenuhi, simak.

(Khalifah Umar  dan Ramalan Kiamat)

Suatu hari Khalifah Umar Bin Khattab ditemani Nafkah Bun Muawiyah bersama.para pasukan memutuskan pergi ke Hadiah untuk melawan para pemberontak. Walau dalam situasi perang mereka pun tetap istiqamah Sholat fardhu yang dilakukan dengan tata cara Sholat Siddatul Khauf (Keadaan darurat penuh ketakutan).

Saat Nadllah mengumandangkan adzan ashar terjadilah kejadian aneh dan menarik. Kala Nadlah mengucap lafadz Allahu Akbar, terdengar jawaban suara keras dari balik gunung. "Allah memang benar benar besar wahai Nadhlah".

Saat Nadhlah mengucap "Asyhadu alla illaha Illa Allah". Suara itu menjawab "Kalimat yang engkau ucapkan tadi adalah ucapan ikhlas wahai Nadhlah".

Nadlah melanjutkan adzannya, " Asyhadu anna Muhammad ar Rasulullah". Seketika suara asing menjawab, "Nabi Muhammad membawa kabar buruk bagi kaum kafir dan membawa kabar gembira bagi umat Islam. Sesungguhnya yang merasakannya adalah umat Nabi Muhammad".

Kala Nadhlah mengucap, "Khayya 'ala shollah". Suara asing menjawab, " Sungguh beruntung bagi orang yang istiqomah melakukan sholat".

Sedang kala mengucap, " Khayya 'ala al Falakh". Suara asing menjawab, " Beruntunglah orang yang memenuhi ajakan Nabi Muhammad".

Terakhir, saat Nadhlah memungkasi adzannnya, "Allahu Akbar, Allahu Akbar. La Ilaha Illa Allah".

Kembali suara asing tersebut menjawab, " wahai Nadhlah, engkau adalah orang yang benar-benar ikhlas. Mudah mudahan engkau di jauhkan dari api neraka".


Sontak, Nadhlah beserta pasukannya pun heran terhadap asal muasal suara tersebut. " Apakah engkau malaikat, jin penunggu gunung, atau makhluk lain ?", Teriak Nadhlah.

Tiba tiba dari gunung tempat suara tersebut berasal terbelah pecah, dan muncul dihadapan Nadhlah orang tua dari balik gunung. Tak lupa juga orang tua tersebut mengucap salam kepada Nadhlah beserta pasukannya.

Ternyata orang tua tersebut mengaku bernama Zarbab bin Yartamillah. "Aku diberi wasiat Nabi Isa As untuk menetap dibalik gunung ini. Nabi Isa memohonkan aku pada Allah agar aku dikaruniai umur panjang sampai besok Nabi Isa turun lagi ke bumi ", tandasnya.

Kata Zarnab sekali lagi, "Aku disini diberi tiga tugas oleh Nabi Isa As, yakni; membunuh babi, menghancurkan salib, dan membebaskan umat Nabi Isa yang beriman kepada Allah dari umat kafir Yahudi. Karena aku tak dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad, maka tolong salamkan atas namaku pada Sayyidina Umar supaya dia melakukan dua hal".

" Pertama, supaya bertindak benar. Dan kedua, supaya selalu mendekatkan diri pada Allah. Jangan lupa juga ceritakan perjumpaan kita serta pembahasan didalamnya ", pesan Zarnab.

Kemudian Zarnab kembali memberikan sebuah hikmah pada Nadhlah bin Muawiyah. Tentang beberapa poin penting tanda tanda akhir zaman. Jika muncul tanda tanda tersebut maka Zarnab berpesan untuk menjauhinya dan berlari dari hal tersebut.

Adapun tanda tanda menjelang hari kiamat versi Zarnab bin Yartamilah, antara lain sebagai berikut;

  1. Orang laki laki mencintai laki laki, dan akan puas jika menjadi pasangannya. Begitu juga berlaku bagi kaum perempuan.
  2. Banyak orang mengaku menjadi nasab dari seseorang yang mulia.
  3. Banyak orang yang mengaku menjadi keluarga dari seseorang.
  4. Orang tua tidak mencintai yang muda, sedang yang muda tidak menghormati yang tua.
  5. Sesuatu yang baik ditelantarkan, tidak ada yang memerintah menuju kebaikan.
  6. Sesuatu yang jelek dibiarkan, tidak ada yang melarang.
  7. Orang yang pandai menggunakan ilmunya untuk mencari dunia.
  8. Terjadinya kekacauan tatanan cuaca (musim hujan berganti kemarau). Pada saat itulah banyak anak yang menghina orang tua.
  9. Banyak orang yang berlomba lomba membangun menara (bangunan yang tinggi).
  10. Banyak orang Islam yang menghina Mushaf.
  11. Banyak orang yang berlomba membangun bangunan yang kokoh.
  12. Banyak orang yang mengikuti nhawa nafsu.
  13. Agama dijual dengan keduniawiaan.
  14. Pembunuhan sudah menjadi tradisi dalam masyarakat.
  15. Banyak orang yang memutuskan hubungan sanak famili.
  16. Banyak Jual beli hukum.
  17. Barang hasil Riba banyak di konsumsi.
  18. Seseorang dianggap Mulya karena kekayaan.
  19. Banyak pejabat mendatangi ulama namun justru ulama tersebut yang menghormati pejabat.
  20. Para wanita banyak yang mengumbar aurat didepan umum.


Setelah bertutur panjang lebar, Zarnab bin Yartamilah pun hilang tak berbekas. Melihat kejadian aneh tersebut Nadhlah segera memberitahu Sayyidina Umar bin Khattab yang kebetulan berada di tempat lain.

Nadhlah pun  mengirim surat pada Saad Bun Abi Waqosh berisikan uraian kejadian yang ia alami. Serta berisikan pesan agar Saad memberikan surat tersebut kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Setelah menerima surat dari Sa'ad, segeralah sayyidina Umar membacanya. Lalu memberikan surat maandat kepada Sa'ad berisikan himbauan untuk bergabung membantu Nadhlah dalam perang di Qadisiyyah.

Tak lupa Sayyidina Umar berpesan kepada Sa'ad agar ketika berjumpa dengan orang tua bernama Zarnab bin Yartamilah supaya menyampaikan salam atas namanya. 

Namun Allah SWT memiliki rencana lain diluar kekuasaan makhluk. Qudrat Allah SWT pun urung mempertemukan Sayyidina Umar Bin Khattab berjumpa dengan Zarnab bin Yartamilah. Bahkan sampai beliau dipanggil pulang oleh -Nya.

Selesai


Catatan:

Dimana tulisan asli sebenarnya dibuat pada:

Tanggal :  03 Mei 2010
Tempat : Ponpes Al Muhibbin Tambakberas 
Sumber   : KH. Moh. Djamaluddin Ahmad
Peresume : Rizal Nanda Maghfiroh



Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.