Kajian Al Hikam: Lima Munajat Luhur Maestro Hikam

Masjid Bumi Damai Al Muhibbin


(Mereview Lima Munajat Ibnu Atto'illah)

Penjelasan Kyai Djamal

Syekh Ibnu Atto'illah pernah Ta'ajubaat (Heran) pada sesuatu. Sehingga Ibnu Atto'illah memutuskan bermunajat pada Allah SWT, sebagaimana munajatnya akan dipaparkan selanjutnya.

Pertama, " Bagaimana aku berperantara pada-Mu dengan sesuatu yang mustahil akan sampai padamu ".

Munajat yang pertama ini berintikan bahwa jika seseorang ingin wushul atau dekat dengan Allah SWT. Maka seseorang harus berperantara dengan Allah SWT, bukan pada sesuatu yang lain. Hal ini sama halnya dengan ketik seseorang sakit dan berhajat ingin sembuh, maka tertuntut untuk berobat sebagai perantara kesembuhan.

Kedua, " Bagaimana aku akan menyampaikan pesan pada-Mu keadaanku padahal hal itu tak samar bagi-Mu".

Sementara munajat kedua kali ini berintikan bahwa Allah SWT itu Maha mengerti segala sesuatu dan maha memberi. Sebab itu pula dalam tasawuf seseorang diharap tidak mengeluh alias menampakkan keinginan pada Allah SWT. 

Sebaliknya seorang hamba hanya dituntut untuk Taqwa. Jika seseorang bertaqwa pada Allah SWT secara kamil maka Allah SWT tentu akan memeberi yang terbaik pada seseorang tersebut.

Ketiga, " Bagaimana aku jelaskan kata-kataku pada-Mu, sedangkan kata-kataku itu darimu dan kembali pada-Mu.

Munajat ketiga Ibnu Atto'illah kali ini berintikan bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu maka  harus meminta pada Allah SWT. Setelah itu ia tertuntut untuk melakukan usaha usaha untuk mewujudkannya. Baru setelah itu melakukan langkah terakhir, pasrah yang terbaik kepada Allah SWT. 

Sebenarnya hal diatas hanya berlaku pada hamba Allah SWT kategori awam. Alias tingkatan Tawakkalnya masih level bawah, artinya masih perlu melakukan tiga rukun MIT (Munajat, Ikhtiar, Tawakkal).

Dalam pengajian kali ini Kyai Djamal menyinggung tujuh orang yang memiliki tingkat kesensitivan tinggi terkait doa yang mudah dikabulkan Allah SWT.

Tujuh orang tersebut antara lain; Orang yang terdholimi (teraniaya), doa orang tua pada anak, doa orang ahli puasa, doa orang yang sakit, doa saudara ditempat yang tak terjangkau, doa nabi pada umatnya, dan doa orang pulang dari haji.

Munajat (doa) sendiri terbilang hal yang vital. Terutama pada dua waktu yang kerap menjadi favorit syetan untuk ikut meleburkan diri. Pertama, waktu ketika seseorang suami istri berhubungan intim membuat anak. Dan kedua, adalah waktu ketika seseorang sedang makan.

Sebab itu setiap waktu waktu, lebih lebih dua waktu sebagaimana diatas. Seseorang hamba dituntut untuk membiasakan membaca Basmalah. Adapun tata krama berdoa sendiri ada lima; suci, mengahadap kiblat, mengangkat kepada dan kedua tangan, niat beribadah, serta merasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Keempat, "bagiamana akan kecewa harapanku, padahal telah datang kepada-Mu".

Munajat keempat Ibnu Atto'illah memiliki hikmah bahwa kerap kali munajat bersua dengan kekecewaan karena tak kesampaian hajatnya. Sebab itu pula seorang hamba tertuntut untuk berkhusnudhan kepada Allah SWT dengan sabar dan ikhlas.

Kelima, "Bagaimana menjadi baik keadaanku, padahal berasal dari-Mu dan kembali kepada-Mu".

Munajat ini mempunyai hikmah bahwa apabila seseorang sudah berada di makam ma'rifat. Maka seseorang tersebut tidak akan melakukan sebuah ikhtiar dalam rangkaian munajatnya. Juga orang tersebut tidak melakukan ta'bir (mengatur dirinya). Melainkan orang kategori ini menyerahkan sepenuh munajatnya sepenuh hati pada Allah SWT.

Disisi lain orang ahli hakekat, maka orang tersebut tidak akan mengenal dirinya sendiri. Serta tidak memikirkan apa yang ia lakukan. Sementara orang yang baru ahli syariat, maka orang tersebut masih bisa mengerti urgensi sebuah proses ikhtiar.

Adapun prinsip yang bagus bagi orang ahli syariat adalah perkara sedikit yang Istiqomah itu lebih bagus daripada perkara banyak yang tidak disertai Istiqomah. Semisal; Dzikir 100 kali yang Istiqomah itu lebih baik daripada Dzikir 150 kali namun tak Istiqomah.

Selain itu terkait tasawuf juga punya sebuah prinsip yang harus dijunjung, yaitu; apa yang dikerjakan hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin.

(End)



Catatan:
Dimana tulisan asli sebenarnya dibuat pada:

Tanggal : 10 Mei 2010
Tempat : PP. Al Muhibbin Tambakberas 
Pengampu : KH. Moh. Djamaluddin Ahmad
Peresume : Rizal Nanda Maghfiroh

1 komentar:

  1. really liked this article because it gives a lot of inspiration thanks. please visit my website Daftar Situs Poker Online

    BalasHapus

Terima kasih atas masukan anda.