Hakekat Mujahadah Nafs



Mujahadah Nafs seringkali diartikan sebagai memerangi hawa nafsu. Meski sebenarnya hal ini kurang tepat dan terlalu ambigu, karena istilah nafsu sendiri terdapat tiga bagian kategori.

Pertama, Ada nafsu Mutmainah (Nafsu yang tenang), alias nafsu alamiyah sebagai bawaan lahir yang "orisinil" (belum terjangkit stimulus keduniaan). Kedua, ada nafsu Amarah yang cenderung mengajak pada arah kesenangan keduniaan saja. Dan ketiga, ada nafsu Lawwamah sebagai penyesalan terhadap kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

Lantas mana yang diperangi ?. Jawabnya adalah Nafsu kategori kedua lah (nafsu Amarah) yang perlu diperangi. 

Namanya perang, bukan berarti harus menumpas habis lawan. Tapi ada aturannya seperti masa Rasulullah yang melarang membunuh lawan yang menyerah, atau melarang membunuh anak kecil dan wanita.

Begitu juga dengan memerangi nafsu amarah yang tak boleh ditumpas habis sifatnya, sebagaimana menurut penjelasan Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin. Karena dalam keadaan tertentu nafsu jenis ini terkadang diperlukan sebagai fitrah alami manusia  yang dikaruniai nafsu oleh Allah SWT. Seperti halnya ketegasan untuk menjaga martabat harga diri, keamanan keluarga, terutama untuk menegakkan keadilan agama.

Sebab itu dalam memaknai istilah "Mujahadah Nafsu", penulis lebih suka memakai makna "Mengkontrol Nafsu" daripada mengartikan "Memerangi Nafsu". 

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.