Apabila menyakitkan hatimu, menyedihkan hatimu, tidak menghadapkan orang orang kepadamu. Maka koreksilah keadaan dirimu. Apabila engkau belum puas dengan apa yang diketahui oleh Allah. Maka balak oleh Allah akan lebih besar.
(Hikmah 244)
Penjelasan Kyai Djamaludin Ahmad tentang Pentingnya Ikhlas
Kajian yang disampaikan oleh Kyai Djamaluddin ini berintikan pada pentingnya sifat Ikhlas, yakni kepatuhan mutlak hanya kepada Allah SWT, sebagai inti dari segala hikmah dan amal. Seseorang yang benar-benar ikhlas akan mencapai kedamaian batin sejati, yang membuatnya tak gentar dicela dan justru lebih memilih celaan daripada pujian, sebab tujuan amalnya semata-mata adalah keridaan Ilahi. Sayangnya, keikhlasan ini memiliki musuh berbahaya, yaitu Riya', sebuah penyakit hati yang menjangkiti seseorang dengan keinginan untuk dilihat dan dipuji makhluk, yang paling kentara ditandai dengan rasa sakit hati ketika tidak mendapatkan sanjungan.
Hikmah diatas sebenarnya berintikan untuk senantiasa bersifat Ikhlas, yang artinya hanya ingin patuh kepada Allah.
Orang yang benar benar ikhlas tidak akan takut dicela oleh orang. Tidak sakit jati ketika disakiti orang. Justru ia malah lebih baik kala dicela orang daripada dipuji orang
Adapun lawan dari ikhlas salah satunya adalah perilaku riya'. Riya' sendiri mempunyai arti mendasar keinginan untuk dilihat seseorang dan mahluk dengan tujuan mendapatkan harta atau pujian. Adapun tanda yang mencolok dari sifat riya' adalah hatinya merasa sakit bila tidak dipuji oleh seseorang. Penyakit Riya' sangat berbahaya karena dapat melebur sebuah pahala.
Selain menyinggung sekilas tentang sifat Riya', Kyai Djamaluddin juga memaparkan beberapa tanda tanda orang yang dibenci oleh Allah SWT.
Pertama, berteman dengan orang Sholeh dan mengaku menjadi muridnya. Padahal tidak pernah menjadi murid dari orang Sholeh tersebut.
Kedua, diberi amal khasanah, tetapi tidak pernah ikhlas dalam beramal. Dan ketiga, diberi Hikmah namun Hikmah tersebut tak pernah diamalkan.
Sebab itulah Syekh Zainuddin berkata, "Jangan sesekali amal mendekatkan diri pada Allah dicampur sejauh dunia ". Perkataan Syekh Zainuddin memberi isyarat bahwa maksiat batin lebih berat daripada maksiat jasmaniyah.
Habib Alawi Al Haddad pernah mengutarakan bahwa dari berbagai maksiat hati, terdapat tiga maksiat hati uang paling besar.
Pertama, Kibir (Takabur) yang artinya merasa sombong. Kyai Djamaluddin menyebut orang yang sombong atas sebuah kelebihan itu sangat bodoh. Karena kelebihan itu datangnya atas Fadhol Allah. Seharusnya tersebut justru harus khawatir jika kelebihan itu diambil oleh Allah.
Kedua, Riya' yang artinya orang yang mengharap dirinya dipuji. Dan Ketiga, Hasud yang berarti orang yang melawan Allah (memerangi Allah)
Inti dari keseluruhan kajian ini adalah peringatan keras bahwa maksiat batin, seperti Ikhlas, Riya', Kibir (sombong), dan Hasud (dengki), jauh lebih berbahaya dan berat dampaknya daripada maksiat jasmaniyah, sebagaimana disyaratkan oleh Syekh Zainuddin agar amal yang mendekatkan diri pada Allah tidak dicampurkan dengan urusan dunia. Tiga maksiat hati terbesar yang diutarakan Habib Alawi Al Haddad—yaitu Kibir, Riya', dan Hasud—menjadi penekanan penting bahwa seorang mukmin harus senantiasa menjaga hati dari penyakit-penyakit yang dapat melebur pahala, menjadikannya dibenci oleh Allah, dan bahkan melawan ketetapan-Nya.
.jpg)

Terima kasih atas masukan anda.