Menjadi Ulul Albab



Ulil Albab bukanlah istilah bahasa arab biasa yang hanya berisikan "translate" kata saja. Istilah yang kerap dipakai beberapa lembaga pendidikan sebagai identitas ini mempunyai sudut pandang penafsiran yang dalam pada maknanya. Pastinya teruntuk seluruh insan se jagat lil alamin.

Berdasarkan sudut pandang etimologis (kata) Ulil Albab atau dalam redaksi lain Ulul Albab merupakan gabungan dari dua kata.  Pertama Ulil (أول) atau  Ulul (أولو) yang berarti pemilik (orang yang mempunyai). Dan Kedua ada Al-Albab ( الألباب) bentuk isim jama dari bentuk mufrad (tunggal) اللُّبُّ yang mempunyai arti "Inti (sesuatu)", dimana dalam penafsiran lain diartikan sebagai "akal seseorang", karena inti dari seseorang adalah akalnya.


Al Qur'an sendiri kerap kali menyinggung banyak tentang istilah "Ulil Albab / Ulul Albab" sebagai Dalil Naqli (Dalil yang pasti) dari istilah tersebut. Dimana salah satu ayat yang gamblang mentafsiri istilah Ulil Albab adalah QS Ali Imran: 190 -191.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ


" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS: Ali Imran: 190)

Bisa ditarik simpulan bahwa dari ayat diatas Ulil Albab merupakan nama kelompok (kategori) orang. Yang pastinya kelompok tersebut mempunyai posisi tinggi dihadapan Allah SWT karena dikaitkan dengan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, dalam ayat ini penciptaan langit dan bumi serta bergantinya siang dan malam.

Kemudian melalui ayat berikutnya menjadi sebuah pencerahan lain tentang maksud dari istilah Ulil Albab yang dalam QS Ali Imran: 190 disebut sebagai nama kelompok.



الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka(QS: Ali Imran: 191)

Nah, melalui QS Ali Imran: 191 dapatlah kita semakin menerka bahwa Ulil Albab bukanlah nama barang atau benda, tetapi memang merupakan nama kategori kelompok orang. Melalui QS Ali Imran: 191 kita akan mengetahui jelas tentang siapa itu orang yang disebut Ulil Albab. Dalam ayat ini setidaknya terdapat dua garis besar siapa itu orang yang termasuk Ulil Albab.

Pertama adalah الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ dalam hal ini orang yang selalu berdzikir (mengingat) pada Allah di seluruh aktifitas hariannya, baik saat berdiri, duduk, atau tidur. 

Sedang kedua adalah وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ artinya yaitu orang yang selalu menggunakan akalnya untuk berfikir tentang hakekat penciptaan segala sesuatu dibumi. 

Dari QS Ali Imran: 191 kita mendapat pencerahan besar tentang hakekat Ulil Albab. Dimana Ulil Albab ialah orang yang menggunakan hatinya untuk mengingat Allah Swt dan menggunakan akalnya sebagai sarana untuk meningkatkan kadar ingat kebesaran Allah melalui sebuah proses tafakkur (berfikir) tentang semua tanda-tanda kebesaran Allah SWT, baik di langit atau bumi.

Tidak ada komentar

Terima kasih atas masukan anda.